Hal itu diungkapkan Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Cipularang, Kompol Sulaeman saat ditemui tengah mengatur kendaraan di lokasi.
"Melihat kondisi seperti ini, kira-kira pukul 12.00 WIB sudah mulai berkurang. Jam 13.00 WIB bisa normal-lah," ujar Sulaeman.
Ia berharap, para pengemudi bisa bersabar dan tidak saling serobot. "Antrean ini bisa cepat kalau mobil tidak saling dahului. Kalau saat bottle neck bisa memberi secara bergantian. Kasihlah pada yang kepala (depan mobil) sudah masuk. Cuma beda beberapa detik saja," tuturnya.
Sebelumnya, antrean kendaraan saat dilakukan kontra flow pada KM 102 mencapai 2 kilometer dengan ekor di KM 104. Namun setelah jalur dibuka dan kontra flow tidak dilakukan, mulai dari KM 102 dibuka normal namun kembali menyempit di Jembatan Cisoman KM 101 hingga ujung KM 100. Penyempitan terjadi karena setengah badan jalan masih digunakan untuk melakukan evakuasi tanah longsor.
Sementara itu, ruas sebaliknya, Jakarta-Bandung terpantau lancar.
(tya/ern)











































