Seratusan warga dan tamu undangan terperangah saat menyaksikan atraksi pencak silat yang diperagakan salah satu pendekar Paguron Paku Banten. Satu kelapa muda ditebas bagian atas menggunakan golok. Di dalamnya tiba-tiba ada enam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) terbungkus satu plastik bening. Salah satunya milik Walikota Bandung Dada Rosada. Wuih!
"Ini sulap. Waktunya butuh seperempat jam," kata Pembina Pusaka Saputra Paku Banten (PSPB) Abah Anang.
Acara tersebut merupakain simbolis launching e-KTP yang berlangsung di kantor Kecamatan Bandung Kidul, Jalan Batununggal No.3, Kota Bandung, Selasa (12/2/2013). Selanjutnya pendekar meminta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Meivy Adha mengambil e-KTP di dalam kelapa itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Dada memberikan lima e-KTP buat tokoh masyarakat yang berdomisili di sejumlah Kota Bandung.
Meivy dalam sambutanya mengatakan jumlah penduduk Kota Bandung tercatat 5 Februari 2013 mencapai 2,8 juta jiwa. Warga wajib memliki e-KTP di Kota Bandung berjumlah 2,1 juta jiwa, dan sudah terekam data e-KTP sebanyak 1,2 juta jiwa.
"Sisanya sekitar 800 jiwa belum terekam e-KTP karena beberapa alasan. Misalnya warga itu berada di luar negeri, dan kerja di luar Kota Bandung. Serta ada angka kematian warga yang tidak tercatat," jelas Meivy.
Lebih lanjut Meivy menyebutkan, usai launching e-KTP di wilayah Kecamatan Bandung Kidul, maka e-KTP serentak dan bertahap didistribusikan dari pemerintah pusat ke seluruh kecamatan di Kota Bandung yang memiliki 30 kecamatan, dan 151 kelurahan.
"Warga bisa mengambil e-KTP di kantor kelurahan. Syaratanya menyerahkan KTP lama," ucap Meivy. (bbp/ern)











































