Cagub Jabar Rieke Diah Pitaloka melakukan kunjungan ke korban TKI yang hampir lima tahun hanya digaji cek kosong. Rieke langsung mengunjungi kediaman korban di desa Puntang, Losarang, Indramayu, kemarin. Sementara hari ini, Rieke mendatangi Pasar Karang Ampel Indramayu.
Sabtu, Rieke mendatangi kediaman Warinih binti Sarkim (36), di Desa Puntang Blok Sarmita RT/RW 14/04, Losarang, Indramayu. Meski datang mendadak, Rieke disambut oleh pihak keluarga dan para tetanganya dengan antusias, warga berebut salaman saat di kediaman rumah korban.
Sebelumnya diberitakan, Warinih menjadi TKI di Jordan, pulang hanya membawa ongkos Rp 2 juta dan cek kosong yang dikasih majikannya. Pernah kirim uang ke rumah satu kali Rp 1,5 juta, gajinya satu bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat banyaknya kasus TKI, khususnya di Jawa Barat, Rieke menjelaskan, hal ini akibat minimnya lapangan kerja di Jawa Barat dan kurangnya perhatian pemerintah terkait perlindungan terhadap TKI, serta banyaknya rakyat Jawa Barat yang putus sekolah.
"Lapangan kerja harus diciptakan. Kenapa Jawa Barat menjadi daerah pengirim TKI terbesar. Ini karena pendidikan kurang di Jawa Barat," jelasnya.
Oleh karenanya, Rieke menegaskan, pihaknya jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat akan memprioritaskan kebutuhan warga Jabar seperti pendidikan dan perlindungan TKI.
"Kerja di luar negeri bukan berarti tidak ada pendidikan, harus ada pendidikan. Ke depan harus jelas perlindungan terhadap TKI. Anggaran perlindungan itu sudah ada dari APBN. Ini harus diperjuangkan," pungkas Rieke.
Sementara, menurut korban TKI, Warinih mengaku senang dikunjungi Rieke. Ia berharap hak-haknya dapat terpenuhi. "Saya berterimakasih sama mba oneng (Rieke) yang sudah mau datang ke rumah saya, saya bingung harus mengadu ke siapa," katanya penuh harap.
Sementara itu, Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih, menegaskan pihaknya akan melakukan upaya pendampingan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
"Kami akan mendatangi pihak terkait, seperti Kemlu, Kemnakertrans, BNP2TKI, Disnaker Indramayu, dan pihak perusahaan yang memberangkatkan korban. Hak-haknya harus diperjuangkan," tutup Juwarih.
Sementara hari ini, kedatangan Rieke ke pasar Karang Ampel Indramayu mengejutkan ribuan pedagang. Mereka sontak mengelu-elukan nama Oneng.
Di hadapan para pedagang, Rieke menyampaikan bahwa pasar tidak akan digusur oleh mal. Selain itu orang miskin akan terjamin dengan kartu sehat. "Tidak akan ada lagi orang miskin ditolak di rumah sakit," tandasnya.
(ern/ern)










































