"Saya berharap kami bisa jadi pasangan gubernur dan wagub antigalau untuk mengobati galaunya rakyat Jabar," kata Dede di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (7/2/2013).
Menurutnya, banyak hal yang harus diperhatikan di Jabar mulai dari hal besar sampai hal kecil. Contohnya adalah masalah pelayanan publik yang diakuinya masing sering ada orang yang dipingpong. "Hal-hal kecil seperti itu harus kita selesaikan," ucap Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memperbaiki berbagai sektor itu, Dede akan meningkatkan sinergitas pemprov dan pemerintah kabupaten atau kota. "Kita mendekatkan diri dengan pemerintah kabupaten atau kota yang selama ini seperti jauh," jelasnya.
Dede dan Lex bahkan akan mempersering ngantor di lembur atau berkantor di desa-desa. "Program ngantor di lembur itu sangat penting sekali karena kita langsung menyerap aspirasi dari bawah," paparnya.
Dede-Lex juga akan menjaga harmonisasi dengan bupati atau walikota se-Jabar demi menyukseskan beragam program yang akan dijalankan saat memimpin nanti.
"Komunikasi harus aktif, bupati dan walikota ditempatkan sejajar dengan kita, bukan lagi seperti anak buah," ungkap Dede.
Bakorwil di setiap daerah juga akan jadi kantor gubernur. Ia dan Lex akan sering berkantor di Bakorwil agar setiap program bisa terpantau dan aspirasi rakyat terserap lebih mudah.
Dalam menyongsong pilgub, Dede-Lex punya visi Babarengan Baraya yang merupakan singkatan dari bahagia, sejahtera, dan berkarya. Sementara misi mereka adalah Tri Bakti yaitu menjemput yang tertinggal, berdaya babarengan, dan berkah dalam keberagaman.
(orb/ern)











































