Alasan Dede-Lex Tetap Jadi Peringkat Satu Survei LSI

Pilgub Jabar

Alasan Dede-Lex Tetap Jadi Peringkat Satu Survei LSI

Oris Riswan Budiana - detikNews
Selasa, 05 Feb 2013 13:31 WIB
Alasan Dede-Lex Tetap Jadi Peringkat Satu Survei LSI
Bandung - Pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana tempati urutan teratas elektabilitas berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dengan raihan prosentase 35,3 persen. Ini dia alasan kenapa pasangan nomor 3 tersebut menempati posisi teratas.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah menyebut alasan pertama Dede-Lex unggul karena Dede punya tingkat pengenalan dan kesukaan paling tinggi dari para responden yang berjumlah 440 orang.

"95,4 persen publik mengenal Dede Yusuf, dan 84 persen publik menyukainya," kata Toto dalam konferensi pers di Legian Terrace, Jalan Sulanjana, Selasa (5/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibanding Heryawan, tingkat pengenalan dan kesukaan masyarakat terhadap Dede cukup jauh. Heryawan dikenal publik sebanyak 63,4 persen dan kesukaan 69,2 persen.

Posisi Heryawan itu terdongkrak oleh Deddy Mizwar yang jadi cawagubnya. Deddy punya tingkat pengenalan 89,1 persen dan kesukaan 79,5 persen. Sehingga pasangan Heryawan-Demiz ada di urutan dua elektabilitas tertinggi dengan raihan 27,4 persen.

"Dede Yusuf juga memiliki pemilih militan (strong supporters) yang lebih unggul dibanding calon lain yaitu 23,3 persen," ucap Toto.

Sedangkan calon lain strong supporternya ada di bawah Dede Yusuf, masing-masing Heryawan (20,6 persen), Irianto MS Syafiuddin (8,8 persen), Rieke Diah Pitaloka (8,6 persen), Dikdik Mulyana Arief Mansur (0,2 persen), serta rahasia (38,4 persen).

Alasan terakhir, Dede unggul dari tingkat dukungan yang merata di hampir semua segmen pemilih, usia, tingkat pendidikan, penghasilan, suku, dan agama.

"Distribusi dukungan bagi Dede juga relatif merata di seluruh pemilih parpol 2009, yaitu pemilih Demokrat, Golkar, PDIP, dan PPP. Dede kalah di pemilih PKB dan PKS," tandas Toto.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini