'Kabayan Jadi Presiden' Siap pentas di Bandung

'Kabayan Jadi Presiden' Siap pentas di Bandung

- detikNews
Senin, 04 Feb 2013 19:21 WIB
Kabayan Jadi Presiden Siap pentas di Bandung
Bandung - Kabayan, karakter lintas jaman ini mungkin hampir seluruh Indonesia mengenalnya. Lalu bagaimana jika sosok Kabayan yang lucu, polos, cerdas tapi sangat santai dalam hidup, dinobatkan sebagai presiden.

Setelah sukses dipentaskan di Taman Ismail Marzuki pada 13-15 Juli 2012, kini lakon 'Kabayan Jadi Presiden' akan hadir di Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung 7 Februari 2013 mendatang.

Pentas 'Kabayan Jadi Presiden' ini merupakan lanjutan dari program Indonesia Kita yang bekerja dengan seniman-seniman Bandung seperti Tisna Sanjaya (yang berperan sebagai kabayan-red), Aat Soeratin, Didi Petet, Hari Pochang dan beberapa artis dan komedian seperti Peggy melati Sukma, Joe P P-roject, Argo, Oni OS, Herry Artha, Budi Dalton, Mang Imank, kelompok musik Karinding Attack, RMHR, dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kabayan orangnya kritis dan merakyat, selain itu rakyat merindukan sosok Pemimpin yang memang benar-benar membela rakyat. Maka dari itu dalam pertunjukan 'Kabayan jadi Presiden', akan digambarkan tentang kondisi negeri saat ini," kata salah satu tim produksi, Harri Anta, dalam konferensi persnya di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekan, Kota Bandung, Senin (4/2/2013).

Lebih lanjut kata Harri, ada banyak hal yang dirasakan masyarakat yang tidak bisa diungkapkan, seperti keluhan-keluhan dan beragam permasalahan yang dirasakan masyarakat kecil.

"Bisa dibilang apa yang kita tampilkan nanti, merupakan keluhan-keluhan rakyat atas kekesalannya pada para pemimpmpin terlebih tingkah laku Parpol. Seperti contoh gubernur dan wakilnya atau wali kota dengan wakilnya. Pasti yang selalu diatas adalah pemimpin, sedangkan rakyat dan wakilnya malah terbalik," ujarnya.

Menurut Harri, dalam pementasan nanti, sosok kabayan bukan sekedar tokoh yang lucu dan lugu. Serta Kabayan bukan hanya menghadiri kekonyolan, melainkan kabayan merupakan sosok yang pintar dan pandai memecahkahkan masalah. Inilah yang terjadi pada kabayan, berkat kejujuran serta kesederhanaan yang dimilikinya akhirnya dia disukai oleh masyarakat dan namanya kian populer.

"Maka dari itu, diangkatlah Kabayan menjadi salah satu calon presiden oleh rakyat menengah kebawah," teang Harri.

Diharapkan pagelaran ini bisa menimbulkan kesadaran terhadap aparat pemerintah dan Parpol agar mereka bertindak lebih baik dan lebih melihat rakyat yang telah memilihnya. Cerita yang menggambarkan kesadaran rakyat akan memilih sosok pemimpin ini, kata Harri bisa menjadi refleksi tersendiri bagi semua pihak.

"Yang artinya, mereka (rakyat-red), memilih bukan karena iming-iming uang lagi. Tapi berdasarkan hati melainkan hati nuraninya," ucapnya.

(/)


Berita Terkait