Tiga pasangan hadir dengan pasangannya kecuali kandidat nomor dua dan empat, Irianto MS Syafiuddin dan Ahmad Heryawan datang tanpa pasangannya. Sementara tiga pasang lainnya adalah Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep NS Toyib (Dikdik-Toyib), Dede Yusuf-Lex Laksamana, dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki.
Uji publik yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi nasional ini diikuti oleh dua panelis Pengamat Ekonomi Ihsanuddin Noorsy dan Ketua ISEI Jabar Kodrat Wibowo.
Tiap pasangan diberi kesempatan 90 detik untuk memaparkan program ekonomi di Jabar lima tahun ke depan. Di hadapan para pengusaha di Jabar, Dikdik mengatakan jumlah warga Jabar yang banyak bisa menjadi sumber produktivitas Jabar.
Sementara Yance memaparkan bahwa permasalahan ekonomi Jabar saat ini tidak meratanya perkembangan ekonomi di Jabar Utara dan Selatan. Yance mengatakan perlu adanya subsidi bagi setiap desa Rp 500 juta untuk menekan angka kemiskinan. "Dengan dana itu kita tumbuhkan UMKM di setiap desa," katanya.
Sedangkan Cagub Dede Yusuf menilai untuk meningkatkan perkembangan ekonomi di Jabar adalah dengan infrastruktur perekonomian. "Saya juga ajak pengusaha, UMKM, semuanya bergerak membangun ekonomi Jabar," katanya.
Dede juga menyatakan ingin meningkatkan jumlah pengusaha di Jabar yang saat ini hanya 1,2 persen menjadi 2 persen dari total warga Jabar. Lex pun ikut berbicara saat ditanyai panelis.
Sementara Ahmad Heryawan berpendapat harus ada pemerataan ekonomi pedesaan dan perkotaan, juga harus dijamin juga iklim investasinya serta penegakan hukum. "Kita harus bangun iklim wirausaha yang baik, anak didik didorong untuk berwirausaha, UMKM dan ekonomi pedesaan juga harus dikembangkan, pada saat bersamaan juga pembangunan infrastruktur," katanya.
Pasangan nomor urut 5, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki tampil bersama memaparkan program mereka dan menjawab pertanyaan panelis. Menurut Rieke ada tiga program yang mereka unggulkan yaitu industri manaufaktur, indusri pariwiata, dan industri pertanian. "Bagaimana industri itu menyediakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan yang memadai," ujarnya.
Hampir merata, semua kandidat tampak kerepotan menjawab pertanyaan panelis. Selain waktunya yang cukup pendek 1,5 menit, juga terlihat beberapa kandidat tidak mempersiapkan materi dengan baik.
Sesi kedua, para panelis diminta memilih huruf dari lima huruf yang disediakan. Setelah itu, pengusaha yang hadir akan melayangkan pertanyaan sesuai dengan tema huruf yang dipilih. Selanjutnya para panelis mengkritisi jawaban para kandidat. (ern/ern)











































