XL Targetkan Pendapatan dari Data Tumbuh 70 Persen

XL Targetkan Pendapatan dari Data Tumbuh 70 Persen

Avitia Nurmatari - detikNews
Rabu, 30 Jan 2013 16:32 WIB
XL Targetkan Pendapatan dari Data Tumbuh 70 Persen
Bandung - Seiring dengan terus meningkatnya pertumbuhan kebutuhan masyarakat khususnya anak muda akan layanan internet, tahun ini PT XL Axiata Tbk (XL) menargetkan pertumbuhan pendapatan dari data sebesar 70 persen.

Menurut General Manager Sales Operation Central Region Djie Yannes peningkatan pendapatan 70 persen tersebut bisa diraih dari pasar golongan midle class yang juga meningkat pesat.

"Energi midle class ini besar. Kebutuhan mereka sudah berbeda, di golongan ini sudah mulai suka chatting dan browsing. Pasar ini harus kita raih dengan mengakomodir kebutuhan mereka melalui kartu XL bebas," ujar Djie disela acara "Tren Komunikasi Paling Hits dan Launching XL Bebas di Politeknik Pos, Jalan Sari Asih, Bandung, Rabu (30/1/2013).

Saat ini jumlah pelanggan XL mencapai 46 juta pelanggan, persentasi jumlah pemakai data yakni 59 persen dengan pelanggan yang memakai handset berbasis data sebanyak 25 juta.

"Untuk revenuenya sendiri di tahun 2012 hanya 15 persen dari seluruh pendapatan operator. Harapannya tahun ini bisa lebih tinggi karena semakin banyak pengguna data," terangnya.

Salah satu cara untuk mendorong penambahan pemakaian data, XL mengaku sudah siap secara jaringan. Selain itu mereka juga meluncurkan produk baru dengan nama XL Bebas.

Pelanggan cukup membeli kartu perdana XL bebas seharga Rp 5.000. Kartu ini memiliki masa aktif selama 6 bulan dengan kuota 150MB/bulan. Untuk mendapatkan kuota 150 MB/bulan itu, pelanggan cukup melakukan isi ulang pulsa Rp 5.000 setiap bulannya.

"Dengan produk ini, minimal pelanggan selama 6 bulan aman. Hanya tinggal mengisi pulsa selama Rp 5 ribu," ujarnya.

Dengan diluncurkannya produk baru tersebut, bisa diharapkan bisa menaikkan revenue secara keseluruhan. Karena di 203 ini XL menargetkan kenaikan pendapatan 17 persen baik dari data, voice maupun sms.

"Tahun lalu pendapatan nasional mencapai Rp 22 Triliun, tahun ini kami menargetkan. Kenaikan 17 persen dari seluruh layanan," tutupnya.

(avi/ern)


Berita Terkait