"Saya baru tahu kalau saya ini kaya," kata Dikdik saat ditemui usai diskusi pilgub di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia-Afrika, Kamis (24/1/2013).
Karena terbilang kaya, Dikdik mengaku tidak perlu korupsi untuk menambah kekayaannya. Apalagi jika ia terpilih sebagai gubernur Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kekayaannya, Dikdik mengaku melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar Rp 10 miliar. Kekayaan itu adalah kekayaannya yang tercatat pada 2004 saat dirinya menjabat wakabareskrim Mabes Polri.
Tapi dalam kurun kurang dari 10 tahun, aset yang dimilikinya nilainya bertambah signifikan, terutama dari tanah dan rumah. Dari 100 persen kekayaannya, 80 persen berupa aset rumah dan tanah.
"Dari dulu (kekayaan) saya segitu. Cuma pas daftar, diakurasi, NJOP meningkat hingga tiga kali lipat," jelas Dikdik.
Sementara cawagub Teten Masduki ogah disebut miskin karena hanya punya kekayaan sekitar Rp 1,5 miliar. Dibanding cagub atau cawagub lain, kekayaan Teten terbilang kecil. Di bawah Teten, ada cawagub Cecep Nana Suryana Toyib yang punya kekayaan sekitar Rp 1,4 miliar.
"Enggak miskin lah, proporsional saja," ujar Teten. Ia sendiri awalnya melaporkan harta kekayaan sekitar Rp 1,1 miliar. Tapi ada penambahan sekitar Rp 400 juta setelah diklarifikasi KPK.
"Penambahan itu bukan karena ada kekayaan yang belum dilaporkan, tapi nilai aset yang bertambah," tandas Teten.
Kekayaan Teten itu berupa rumah, tanah, tabungan, hingga perhiasan dan peternakan domba di Garut.
(orb/avi)










































