Menurut Direktur Pusat data dan Dinamika Umat Yayasan Darul Hikam Sodik Mudjahid, dari 22 mal, 13 rumah makan, 17 hotel dan 8 pelayanan publik yang menjadi sasaran survey hanya sedikit yang memiliki fasilitas musala yang layak.
"Tim junior kami yang terdiri dari siswa SMA Darul Hikam melakukan survy dengan melihat langsung ke tempat sasaran. Kesimpulannya, tidak sebanding. Jangankan dengan prinsip tempat ibadah, prinsip customer service juga tidak terpenuhi. Masa toilet bagus tapi musala enggak," ujarnya saat ditemui usai acara Silaturahim dan ekspose profil umat islam Kota Bandung dalam rangka peringatan Maulid Nabi SAW, di Yayasan Darul Hikam, Jalan Ir H Djuanda, Kamis (24/1/2013).
Β
Hasi daru survey tersebut menunjukan, 45 persen lokasi musala tidak layak, 55 persen aksesibilitas ke musala sangat sulit, 61 persen musala ada di basement satu dan tidak layak. "Musala yang layak hanya 38 persen saja. Sisanya tidak layak," sesalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap, pemerintah dan organisasi pembina masjid bisa lebih tegas. "Pemerintah ketika memberi izin bangunan harusnya disosialisasikan mengenai musala ini. Juga kepada pengusaha, tidak usah melihat dari sisi fasilitas agama lah, tapi bagian fasilitas customer service saja," tegasnya.
Berdasarkan data survey, musala di mal yang layak yakni Mal Bandung Indah Plaza (BIP) dan Trans Studio Mal (TSM). Sementara mal yang musalanya tidak layak yakni Paris Van Java Mal (PVJ).
(avi/avi)










































