"Selama ini naiknya harga daging sapi itu kalau setahun hanya satu atau dua kali. Tapi ini berbeda. Satu bulan tiga kali kenaikan harga," kata Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Andriany usai audiensi dengan pedagang sapi di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (22/1/2013).
Pengamatan Selly, selama ini pasar modern seperti supermarket mendapat pasokan daging impor. Bila menilik dari kebijakan, sambung dia, semestinya daging impor dipasok ke tempat hotel, restoran, dan katering. Ia mengaskan perlu pengawasan ketat melibatkan unsur pemeritahan dan kepolisian.
Lebih lanjut Selly menuturkan, Pemprov Jabar baru memenuhi 30 persen dari kebutuhan sapi yang mencapai 30 ribu hingga 40 ribu ekor setiap bulannya. "Selama ini dipenuhi Jateng, Jatim, dan asal luar negeri seperti Australia,"
Pemprov Jabar, sambung dia, secepatnya berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Departemen Pertanian dan DPR RI perihal kuota impor daging sapi di Jabar. "Saya menyarankan Pemprov Jabar memiliki politik anggaran secara jelas terhadap komunitas pangan terkait kebutuhan masyarakat Jabar," tutup Selly. Saat ini harga daging sapi meroket hingga Rp 100 ribu.
(bbp/ern)











































