Pedagang Sapi Mogok Jualan, 5 RPH di Bandung tidak Beroperasi

Pedagang Sapi Mogok Jualan, 5 RPH di Bandung tidak Beroperasi

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 22 Jan 2013 12:06 WIB
Bandung - Pedagang daging sapi di Bandung mogok berjualan lantaran harganya meroket. Kondisi tersebut membuat lima rumah pemotongan hewan (RPH) tidak beroperasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Bandung Dedy Mulya mengatakan RPH tidak beraktivitas sejak Minggu (20/1/2013). Hingga kini situasi RPH masih belum bergeliat. Tidak jelas hingga kapan RPH kembali melaksanakan rutinitas.

"Para pedagang sapi mogok. Jadi RPH tidak melakukan pemotongan sapi. Ada lima RPH masing-masing di Ciroyom, Cirangrang, Regol, Cijawura dan Virgo," jelas Dedy di Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (22/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dedy, aktivitas di lima RPH jika normal sanggup memotong sebanyak 100 hingga 150 ekor per hari. Grafiknya menurun tatkala harga sapi dibanderol mahal. "Saat harganya mahal, pemotongan menjadi 80 hingga 90 ekor seharinya. Tapi karena pedagang daging sapi mogok, aktivitas di RPH akhirnya terhenti," ucap Dedy.

Dedy memastikan permintaan daging sapi Bandung masih tetap bergairah. Namun, sambung dia, mogoknya para pedagang di pasar tradisional berimbas kelangkaan daging sapi.

"Kalau di pasar modern seperti supermarket tidak terpengaruh. Kelangkaan daging sapi hanya terjadi di pasar tradisional," jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, suplai sapi ke wilayah Jabar terutama Bandung jangan tergantung dari impor atau luar Jabar. Dedy menyarankan agar ada swasembada sapi. Selain itu, ia pun mengusulkan mesti dibentuknya lembaga pengendalian harga serta ketersedian sapi seperti halnya peran Bulog.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini