Kunjungi Lapas Sukamiskin, Wamenkum HAM Cek Kasur Napi

Kunjungi Lapas Sukamiskin, Wamenkum HAM Cek Kasur Napi

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jumat, 18 Jan 2013 20:24 WIB
Kunjungi Lapas Sukamiskin, Wamenkum HAM Cek Kasur Napi
Bandung -

Wakil Menteri Hukum dan HAM Deny Indrayana mengunjungi Lapas Khusus Koruptor Sukamiskin Bandung, Jumat (18/1/2013). Deny sempat memberikan apel sebelum meninjau kamar tempat napi koruptor dikurung.

Deny datang sekitar pukul 18.50 WIB dengan menggunakan camry hitam. Ia mengenakan batik ungu dan topi hitam. Ia pun lalu mengajak belasan wartawan yang ada di luar Lapas untuk ikut masuk. Sebelum ke Lapas Sukamiskin, Deny mendatangi Kantor Imigrasi dan Rutan Kebonwaru.

Sekitar lima menit, Deny memimpin apel yang diikuti oleh 20-an petugas. Kakanwil Depkum HAM Jabar I Wayan Kusmiantha Dusak dan Kapalas Sukamiskin Endang Sudirman pun ikut mendampingi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini amanah bagi Lapas Sukamiskin karena dipercaya sebagai lapas khusus tahanan tipikor. Kenapa Sukamiskin yang dipilih? Karena selama ini pengawasannya bagus, tingkat disiplinnya tinggi. Diharapkan setelah menerima napi tipikor, sistem yang baik bisa dipertahankan," ujar Deny di hadapan para petugas.

Deny mengingatkan ke depan tantangan dan godaan bagi para petugas akan lebih besar lagi. Menurutnya napi tipikor punya karakteristik, komunikasi yang luas, dan juga punya pengaruh.

"Kebijakan ini tidak boleh gagal, masyarakat melihat hal ini. Kita harus buktikan kalau Lapas Sukamiskin bisa. Kita harus jawab ketidakyakinan publik, kalau kita bisa tentunya dengan pengawasan yang ketat dan disiplin yang tinggi," tegasnya.

Setelah apel, Deny sempat memantau kamar di blok utara. Ia memasuki sel tanpa penghuni yang luasnya sekitar 1,5 meter x 2 meter. "Kalau yang ada penghuninya, itu bisa melanggar privasi," katanya.

Ia mengecek ventilasi dan juga tempat tidur lipat. Ketika ia lipat, terlihat tempat tidur itu sudah rusak. "Tolong diperhatikan ini ya," ujarnya kepada petugas.

Ia lalu mengecek kamar mandi dan meneruskannya ke musola yang berada di tengah-tengah blok. Terlihat kamar para napi itu pintunya berupa plat besi dengan menyisakan lubang kecil. Di lantai dua blok utara, terlihat mata-mata para napi melihat keluar. Sementara di lantai bawah semuanya tertutup.

"Jadi fasilitas di kamar tidak ada televisi, yang ada hanya toilet dan tempat tidur," ujarnya.

Ketika disinggung apakah bisa napi mengganti kasurnya sendiri, Deny enggan menanggapinya. "Sudahlah, kami sudah punya SOP mana yang boleh dan mana yang tidak," katanya.

Hal ini ditanyakan terkait kasur pegas yang dikirim ke area lapas tadi sore. Kasur pegas ukuran nomor tiga atau kecil itu diakui petugas yang mengantar untuk koperasi.

Bersamaan dengan kedatangan Deny, malam ini juga 21 tahanan koruptor dari Jakarta dipindah ke Lapas Sukamiskin, di antaranya adalah Anggodo Widjojo dan Wafid Muharam.

(ern/ern)


Berita Terkait