"Berita itu tidak benar. Kami dari PPP pasti akan fatsun, patuh pada keputusan partai yang mengusung Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar," kata Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat Syamsul Maarif dalam konferensi pers di Kantor DPW PPP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Selasa (15/1/2013).
Menurutnya, keputusan partai jelas harus ditaati. Sebab jika hal itu dilanggar, ada sanksi berat yang akan menanti para pelanggar kebijakan partai.
"Sanksinya berat, kita sebagai kader bisa dipecat kalau tidak fatsun pada keputusan partai," tegas Syamsul.
Disinggung soal pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Nu'man Abdul Hakim, DPC tidak menganggapnya.
"Statement yang disampaikan beliau bagi DPC itu tidak dianggap. Kami meyakini dan kami tegaskan, DPC tidak menganggap suara yang keluar dari Majelis Pertimbangan," tutur Syamsul.
Wakil Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bandung Saadudin mengatakan, parpol koalisi pendukung Heryawan-Deddy Mizwar sebaiknya tidak perlu khawatir dengan pemberitaan pembelotan dukungan kader PPP.
"Jangan khawatir dengan ini. Kita semua tetap solid, tidak akan ada yang membelot," papar Saadudin.
Sementara Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bandung Yana Suryana mengatakan, DPW dalam waktu dekat akan merapatkan barisan. "Kita akan menggelar rakor yang dihadiri DPC dan perwakilan pengurus ranting untuk makin menyolidkan dan merapatkan barisan," ungkap Yana.
(orb/ern)











































