Cagub Jabar Dede Yusuf mendapat serangan black campaign atau kampanye hitam. Black campaign itu berupa selebaran foto Dede bersama para terpidana dan tersangka kasus korupsi.
Dalam selebarannya, foto Dede dipasang bersama para politisi Partai Demokrat masing-masing M Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan Andi Malarangeng. Di bagian kiri foto Dede Yusuf terpampang nomor urut 3 dan ada tulisan koruptor di bagian atasnya.
"Pampleft itu ditemukan di pagar bangunan di daerah Jalan Tubagus Ismail. Ini sudah black campaign. Dede Yusuf dianggap koruptor," kata Jubir Tim Koalisi Babarengan Syaiful Huda di Hotel Citarum, Jalan Citarum, Jumat (11/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi black campaign itu disikapi Koalisi Babarengan dengan santai. Sebab ia yakin masyarakat sekarang sudah jauh lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi.
Ia juga mengimbau agar relawan atau pendukung Dede Yusuf-Lex Laksamana tidak menanggapi black campaign itu dengan berlebihan.
Selain selebaran itu, ada juga black campaign lain yang diarahkan ke pasangan Dede-Lex. Serangan itu berupa sms atau broadcast messenger yang beredar lewat.
"Ada yang menyebutkan Pak Lex itu bukan Islam, ada yang menyebutkan Dede Yusuf blusukan ke daerah hanya pencitraan saja. Banyak lah," ucap Sekretaris Macan Center Reza Gubarda.
Menanggapi berbagai serangan black campaign, ia menganggap akan jadi satu keuntungan tersendiri. Sebab suatu saat serangan itu akan jadi nilai positif bagi Dede-Lex yang membuat masyarakat memilihnya pada pilgub nanti.
"Kita memang terganggu dengan hal-hal semacam itu. Tapi kita ambil sisi positifnya saja. Kita juga punya strategi khusus untuk menghadapi hal itu," tandas Reza.
(orb/ern)











































