Modus pelaku tergolong cara lama. Agung dan Saiful berbekal pecahan keramik putih busi sepeda motor. Benda berupa serpihan itu dilempar ke kaca mobil. "Saya ludahi serpihan keramik busi ini," ungkap Saiful di Mapolsek Bandung Kidul, Jalan Batununggal No.6, Kota Bandung, Selasa (8/1/2013).
Pengangguran ini sengaja membasahi pecahan busi motor agar menempel di kaca saat melemparkannya sekuat tenaga. Rupanya, keramik busi itu mengandung zat kimia. Kaca tidak langsung hancur berantakan, serta tidak terdengar bunyi layaknya kaca pecah. Lambat laun kaca retak, lalu pelaku hanya mendorong kaca ke arah bagian dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saiful bertugas sebagai eksekutor, sedangkan Agung menjadi joki yang siap tancap gas sepeda motor jika aksinya berjalan mulus. Agung saban hari berjualan aksesoris telepon genggam di kawasan Ujunberung.
"Saya sudah dua bulan lebih menganggur. Biasanya hasil curian dijual untuk kebutuhan sehari-hari," kata Saiful yang mengantongi KTP beralamat di Kecamatan Weru, Kabupaten Sidorajo, Jawa Timur.
Kapolsek Bandung Kidul Kompol Asral Bakar didampingi Kanitreskrim AKP SW Rompas mengatakan kedua pelaku merupakan pemain lama dalam kasus pencurian modus pecah kaca mobil. Mereka kerap beraksi di sejumlah wilayah Bandung. Berdasarkan pengakuan pelaku, selama dua bulan ini sudah beraksi 10 kali di lokasi berbeda.
"Keduanya residivis kasus serupa. Saat ini kami menyelidiki dan mengembangkan komplotannya," kata Asral.
(bbp/tya)










































