Dua Bandit Butuh Dua Menit Pecahkan Kaca Mobil Tanpa Suara

Dua Bandit Butuh Dua Menit Pecahkan Kaca Mobil Tanpa Suara

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 08 Jan 2013 13:31 WIB
Dua Bandit Butuh Dua Menit Pecahkan Kaca Mobil Tanpa Suara
Bandung - Dua bandit modus pecah kaca mobil meringkuk di sel tahanan Mapolsek Bandung Kidul. Agung Saputra (32) dan Saiful Rizal (22) butuh dua menit menguras barang berharga yang tersimpan di dalam mobil. Mereka memecahkan kaca tanpa menimbulkan suara.

Modus pelaku tergolong cara lama. Agung dan Saiful berbekal pecahan keramik putih busi sepeda motor. Benda berupa serpihan itu dilempar ke kaca mobil. "Saya ludahi serpihan keramik busi ini," ungkap Saiful di Mapolsek Bandung Kidul, Jalan Batununggal No.6, Kota Bandung, Selasa (8/1/2013).

Pengangguran ini sengaja membasahi pecahan busi motor agar menempel di kaca saat melemparkannya sekuat tenaga. Rupanya, keramik busi itu mengandung zat kimia. Kaca tidak langsung hancur berantakan, serta tidak terdengar bunyi layaknya kaca pecah. Lambat laun kaca retak, lalu pelaku hanya mendorong kaca ke arah bagian dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu bulan saya belajar modus itu dari teman. Biasanya, kami memantau situasi terlebih dahulu. Kalau ada mobil terpakir tanpa orang dan tersimpan barang berharga, itu menjadi incaran. Awalnya kaca dilempar pecahan keramik busi, lalu kami pergi sebentar. Setelah itu balik lagi mengambil barang curian. Butuh waktu dua menit," kata Saiful yang pernah bekerja di salah satu perusahaan minuman ini.

Saiful bertugas sebagai eksekutor, sedangkan Agung menjadi joki yang siap tancap gas sepeda motor jika aksinya berjalan mulus. Agung saban hari berjualan aksesoris telepon genggam di kawasan Ujunberung.

"Saya sudah dua bulan lebih menganggur. Biasanya hasil curian dijual untuk kebutuhan sehari-hari," kata Saiful yang mengantongi KTP beralamat di Kecamatan Weru, Kabupaten Sidorajo, Jawa Timur.

Kapolsek Bandung Kidul Kompol Asral Bakar didampingi Kanitreskrim AKP SW Rompas mengatakan kedua pelaku merupakan pemain lama dalam kasus pencurian modus pecah kaca mobil. Mereka kerap beraksi di sejumlah wilayah Bandung. Berdasarkan pengakuan pelaku, selama dua bulan ini sudah beraksi 10 kali di lokasi berbeda.

"Keduanya residivis kasus serupa. Saat ini kami menyelidiki dan mengembangkan komplotannya," kata Asral.

(bbp/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini