Convention Hall akan Dibangun di Samping Gedung Baru DPRD Jabar

Convention Hall akan Dibangun di Samping Gedung Baru DPRD Jabar

Oris Riswan Budiana - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 19:26 WIB
Bandung - Convention hall, hotel, gedung promosi, dan area parkir representatif akan dibangun di samping gedung baru DPRD Jabar yang ada di Jalan Diponegoro. Pembangunan berbagai sarana di lahan seluas 18 ribu hektare itu dibiayai PT Tritunggal Lestari Makmur (TLM).

Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp 946 miliar. Proses pembangunan sudah berjalan sejak Juli 2012, dan ditargetkan selesai 2015.

Dalam hal ini, Pemprov Jabar bertindak sebagai pemilik lahan. Meski begitu, pemprov akan menerima pemasukan dari pengelola dengan sistem kerjasama BOT (Build, Operate, Transfer) selama 30 tahun. Setelah 30 tahun, bangunan akan jadi milik Pemprov Jabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabiro Humas dan Protokoler Pemprov Jabar Ruddy Gandakusumah mengatakan, pembangunan di lokasi tersebut merupakan adendum atau perubahan perjanjian antara Pemprov Jabar dan PT TLM. Sebelumnya sudah ada rencana serupa di lokasi pada 2003, tapi tidak berjalan.

"Itu adendumnya per Juli 2012. Penandatanganan adendum dilakukan Gubernur Jabar, Direktur Utama dan Direktur PT TLM," kata Ruddy di ruang kerjanya, Senin (7/1/2013).

Perjanjian dengan PT TLM menurutnya cukup menggiurkan. Sebab pemprov akan menerima royalti dari pengelolaan berbagai sarana di lokasi. "Dalam 30 tahun, kita akan menerima royalti," ucap Rudi.

Pemberian royalti diberikan setiap lima tahun. Rp 8 miliar akan diberikan di lima tahun pertama, Rp 9,2 miliar di lima tahun kedua, Rp 10,5 miliar di lima tahun ketiga, Rp 12 miliar di lima tahun keempat, dan Rp 16 miliar di lima tahun kelima.

Menurutnya dengan adanya berbagai sarana itu, jelas jauh lebih menguntungkan bagi pemprov. "Daripada dibiarkan menjadi lahan terlantar, dengan seperti itu lahan provinsi jadi punya nilai tambah," jelas Ruddy.

Keuntungan lain akan dirasakan siapapun yang ingin menggelar berbagai kegiatan. Sebab itu bisa dilakukan di sana. "Kita jadi punya tempat yang representatif dan bertaraf internasional," papar Ruddy.

Bahkan untuk memudahkan parkir kendaraan, area parkir akan sangat representatif dan mampu menampung banyak kendaraan. Area parkir bahkan akan terhubung dengan terowongan bawah tanah selebar 6 meter yang menghubungkan lokasi dengan Gedung Sate.

Pantauan detikbandung, di lokasi saat ini masih berlangsung proses pengerukan tanah. Tanah hasil pengerukan dibawa keluar dari lokasi menggunakan truk. Namun orang luar tidak bisa masuk ke lokasi sebab penjagaan sangat ketat. Sedangkan pagar yang menutupi lokasi ditutup sejenis baner.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini