"Ini dalam rangka kunjungan kerja. Melihat aktivitas pedagang dan yang berbelanja. Kalau di Jakarta ada Tanah Abang, kalau di Jabar dan di Bandung ada pasar baru," ujar Aher, sapaan akrab Heryawan saat ditemui di Lantai 6 Pasar Baru Trade center.
Aher beserta rombongan Disperindag Jabar tiba di Pasar Baru sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka langsung meninjau pasar sayuran. Kemudian ia meninjau kios-kios pakaian di dalam gedung. Ia pun sempat membeli beberapa potong pakaian batik bersama istrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aher, Pasar Baru ini cukup bagus dan harus dipertahankan. Pasar Baru ini juga potensial karena banyak dari luar kota bahkan luar negeri yang berbelanja produk lokal di Pasar Baru ini.
"Pasar Baru kan sangat terkenal, orang Malaysia kalau mau beli barang ke sini. Harga lebih miring kualitas cukup baik. Apalagi penerbangan dai Malaysia ke Bandung juga cukup murah," terang Aher.
Aher juga menilai penataan kios di pasar baru ini cukup baik. Selain itu, pengunjung juga tidak akan kepanasan karena gedung diberi fasilitas AC.
"Penataan cukup bagus, untuk sebuah pasar dalam posisi pasar murah, ini bisa menjangkau mulai kelas menengah ke bawah hingga menengah ke atas," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif mengatakan, jumlah pedagang di pasar baru ada sekitar 15 ribu kios. Dengan perputaran uang setiap harinya mencapai Rp 2 miliar.
"Kalau pedagang punya dua sampai tiga pegawai berarti yang bekerja setiap harinya ada 45 ribu orang. Dengan perputaran uang setiap harinya Rp 2 miliar, berarti setiap bulan bisa mencapai Rp 60 miliar. Pasar-pasar seperti ini harus dipertahankan," tutupnya.
(avi/tya)










































