Anggaran Infrastruktur & Pendidikan Bandung Lebih Besar di 2013

Anggaran Infrastruktur & Pendidikan Bandung Lebih Besar di 2013

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 01 Jan 2013 14:14 WIB
Bandung - Infrastruktur dan pendidikan di Kota Bandung menjadi prioritas pada 2013. Pemkot Bandung pun menyediakan anggaran lebih besar untuk dua sektor tersebut.

Pelaksana Harian Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung tahun anggaran 2013 volumenya mencapai Rp 4,2 triliun. Anggaran terbesar dialokasikan untuk infrastruktur dan pendidikan.

"Keputusuan penetapan APBD 2013, sektor utama bergeser kepada infrastruktur atau kebinamargaan. Anggarannya sebesar 600 miliar rupiah," ucap Tomtom di Bandung, Selasa (1/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang akhir 2012 lalu, banjir menerjang wilayah Kota Bandung. Infrastruktur buruk semacam drainase yang tak berfungsi maksimal menjadi salah satu penyebab banjir. Hasilnya, jalan-jalan utama di Bandung tergenang. Hujan deras pun membuat aliran sungai dan anak sungai Cikapundung meluap serta merendam permukiman warga. Sejumlah tembok sungai atau kirmir pun ambrol lantaran tak mampu menahan gerusan air.

Tomtom berharap anggaran Rp 600 miliar untuk membenahi infrastruktur perkotaan itu bisa menyelesaikan permasalahan selama ini. "Lebih besar anggaran infratruktur itu karena ada sebagian lagi displit ke kewilayahan untuk pembuatan trotoarisasi, memperbaiki saluran air, dan kirmir," jelas Tomtom.

Anggota Banggar DPRD Kota Bandung Lia Noer Hambali menambahkan selain bidang infrastruktur, anggaran terbesar didapat juga bagi sektor pendidikan. Jumlah anggaran pada kas sektor pendidikan sebesar Rp 1,2 triliun.

"Jumlah itu termasuk tunjangan buat guru honorer di sekolah, SLB, dan madrasah," singkat Lia.

Dalam Rapat Paripurna di Ruang sidang DPRD Kota Bandung, Senin (31/12/2012) kemarin, keputusan penetapan APBD Kota Bandung tahun anggaran 2013 volumenya sebesar Rp 4,2 triliun. Angka tersebut terdiri dari belanja tidak langsung Rp 2,045 triliun, dan belanja tidak langsung mencapai Rp 2,167 triliun.

(bbp/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini