Hal itu diungkapkan Agus disela-sela kunjungannya bersama Forum Koordinasi Pengendali Inflasi (FKPI) Jabar di Rumah Potong Hewan di Jalan Cirangrang Kopo, Jumat (28/12/2012).
"Indikasi pelanggaran atau kejahatan dalam hal penjualan daging sapi di Jabar ini hingga saat ini belum ditemukan," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan pantau terus untuk kecenderungan ke arah sana (penimbunan-red)," katanya.
Polda Jabar pun bekerjasama dengan peternakan-peternakan di wilayah sentra produksi daging untuk mencatat hewan ternak yang dikirimkan. "Jadi, kelangkaan yang terjadi saat ini bukan karena penimbunan," tutur Agus.
Sementara itu, ditemui di tempat yang sama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ferry Sofwan berharap, pasokan daging sapi ke Jabar akan berangsung normal pada Januari 2013 seiring dengan respon dari Pemprov Jatim terkait pembatasan pengiriman daging sapi serta kebijakan impor daging dari pemerintah pusat.
"Saat ini proses sedang berlangsung. Kuota daging impor sedang diatur oleh pusat. Mudah-mudahan minggu keempat Januari sudah bisa normal kembali," katanya.
(tya/ern)











































