Daging Sapi di Sejumlah Pasar di Bandung Langka

Daging Sapi di Sejumlah Pasar di Bandung Langka

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 11:44 WIB
Daging Sapi di Sejumlah Pasar di Bandung Langka
Bandung - Tim dari Forum Koordinasi Pengendali Inflasi (FKPI) Jabar yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Dinas Peternakan dan Pertanian Jabar, Bank Indonesia Wilayah Jabar Banten serta Polda Jabar melakukan kunjungan ke pasar tradisional, rumah potong hewan dan peternakan, Jumat (28/12/2012). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau harga dan kelangkaan daging sapi di masyarakat.

Kunjungan dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan yang dimulai ke Pasar Astana Anyar.

Di pasar ini, tim mendatangi sejumlah pedagang daging sapi dan menanyai tentang stok daging dan harganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikbandung, daging sapi di pasaran terlihat sedikit. Hal itu pun diungkapkan beberapa pedagang daging.

"Daging kosong, enggak ada barang," ujar H Ento salah satu pemilik kios daging.

Ia mengaku, daging sapi sulit diperoleh usai Idul Adha lalu atau sekitar 2 bulan. Padahal permintaan dari masyarakat atas daging sapi cukup tinggi.

"Yang nyari sih banyak. Tapi ya gimana kalau barangnya enggak ada. Sehari cuma bisa jualan 17 kilo," tuturnya.

Ia menyebut, harga daging sapi yang ia jual berbeda tergantung jenisnya. Yang paling mahal yaitu bagian has dalam Rp 100 ribu per kilogram, paha Rp 90 ribu per kilogram dan iga Rp 70 ribu per kilogram.

Usai ke Pasar Astana Anyar, tim melanjutkan kunjungan ke rumah potong hewan (RPH) yang berada di Jalan Cirangrang Kopo.

"Kami melakukan pemantauan ini untuk melihat sendiri di lapangan, apa yang menyebabkan daging sapi menjadi langka. Mulai dari hilir yaitu pasar, kita telusuri sampai ke hulu di peternakannya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ferry Sofwan di RPH Cirangrang.

Dalam tim tersebut hadir juga Nita Yosita Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah VI Jabar Banten serta Aipda Agus Mulyadi Intelejen Ekonomi Polda Jabar.


(tya/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads