Maling Spesialis Komputer Beraksi di Kantor Panwaslu Bandung

Maling Spesialis Komputer Beraksi di Kantor Panwaslu Bandung

- detikNews
Kamis, 27 Des 2012 18:30 WIB
Bandung - Kantor Panwaslu Kota Bandung di Jalan Soekarno Hatta No 623 kebobolan. Diperkirakan maling beraksi pada Kamis dini hari (27/12/2012). Sejumlah monitor komputer, CPU, hardisk, serta sebuah kamera digondol pelaku.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan pencurian baru diketahui pukul 08.30 WIB, saat staff Panwaslu akan bersih-bersih ruangan. "Kaget kok jendela sudah tercongkel, teralis sudah dibuka," ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mencopot bolham di luar kantor dan menyimpannya di pot. Kemudian dengan menggunakan obeng, pelaku mencongkel jendela dan membuka teralis. Pelaku memasuki tiga ruangan yaitu ruangan administrasi, sekretaris, dan ketua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku kemungkinan lebih dari satu orang, tapi tidak banyak. Karena banyak barang berharga lainnya yang tidak terambil. Jadi kayanya mereka buru-buru dan juga pelakunya tidak banyak," ujar Trunoyudo.

Barang yang berhasil diambil pelaku adalah 1 CPU, 3 Hardisc, 4 Monitor Komputer Flat merk Pilips dan LG, serta 1 Camera Cannon. Seluruh laci dibongkar. Beruntung tidak ada uang atau barang berharga milik pribadi yang disimpan di kantor. "Pencuri memang spesialis komputer," katanya.

Menurut Trunoyudo di lokasi tersebut memang pernah beberapa kali kemalingan. Kantor yang kini ditempati Panwaslu, dulu merupakan kantor KNPI Jabar. Kini KNPI Jabar berada di sebelahnya.

"Jadi Panwaslu itu baru tiga bulan di sana. Kantornya itu dulu kantor KNPI. Nah saat KNPI di sana, pernah juga kebobolan dan yang diambil juga komputer. Di tempat KNPI sekarang juga pada 2011 lalu kebobolan juga," terangnya.

Karena itu Trunoyudo mengimbau Panwaslu membuat sistem keamanan secara internal, minimal menempatkan satpam atau memasang CCTV. "Kami juga minta mereka melapor ke Polsek terdekat, karena terus terang kami tidak tahu mereka kini berkantor di sana. Kami juga minta mereka membuat sistem keamanan secara internal," ujarnya.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini