Dada Cemas Ancaman Bandung Lautan Sampah Jilid II

Dada Cemas Ancaman Bandung Lautan Sampah Jilid II

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 27 Des 2012 13:16 WIB
Dada Cemas Ancaman Bandung Lautan Sampah Jilid II
Sampah di Jalan Ahmad Yani/foto: Baban
Bandung - Walikota Bandung Dada Rosada mencemaskan kondisi sampah yang tidak terangkut dalam beberapa hari terakhir ini. Tidak menutup kemungkinan ancaman Bandung Lautan Sampah Jilid II seperti 2005 lalu.

Sampah-sampah di Kota Bandung tidak terangkut lantaran alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) mengalami kerusakan. Hasilnya, sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pasar, dan jalanan di Bandung.

"Sampah akan menggunung jika alat berat tidak segera diperbaiki. Kalau tidak cepat mengangkut sampah, seperti 2005 bisa terjadi lagi," jelas Dada usai Peresmian Pengoperasian Trans Metro Bandung (TMB) Koridor 2 di Teminal Cicaheum, Jalan AH Nasution, Kamis (27/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dada mengisahkan, pada 2005 lalu Kota Bandung dicap sebagai kota terkotor di Indonesia. Selama tiga bulan sampah di Kota Bandung tidak terangkut. "Bandung jadi lautan sampah saat itu," ucap Dada.

Menurut Dada, volume sampah di Kota Bandung per hari 8 ribu meter kubik. Selama ini sampah asal Bandung diangkut ke TPA Sarimukti. "Kalau tiga hari dengan volume tersebut tetap tidak terangkut, bisa repot," cetus Dada.

Maka itu, Dada menginstruksikan pihak terkait bergegas memperbaiki alat berat agar sampah tidak dibiarkan menggunung. Dada pun meminta Pemprov Jabar turun tangan bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah.

"PD kebersihan dengan aparat Pemprov Jabar agar melakukan percepatan dan perbaikan. Mudah-mudahan hari ini alat berat diperbaiki, jadi besok atau malam ini sampah-sampah segera diangkut," ucapnya.

Lebih lanjut Dada menuturkan, salah satu solusi menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bandung ini dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Rencananya PLTSa dibangun di kawasan Gedebage.

"Kalau tidak ada PLTSa bagaimana lagi. Kabupaten Bandung dan daerah lain enggak menerima sampah dari Bandung. Sudah ada dua pemohon untuk pembangunan PLTSa, masing-masing dari luar negeri dan Indonesia," tutur Dada.



(bbp/ern)


Berita Terkait