Pria pengendara sepeda motor Mio bernopol D 3171 GC tergilas bus pariwisata Pahala Kencana berpenumpang pegawai negeri sipil (PNS) Pemda Bekasi di depan Hotel Grand Aquila, Jalan Djunjunan (Pasteur), Rabu (26/12/2012), sekitar pukul 09.00 WIB. Korban tewas seketika lantaran luka parah di bagian kepala.
Belum diketahui pasti kronologi insiden tersebut. Namun diduga korban mengendarai seorang diri melintasi jalan satu arah menuju fly over Pasupati itu menghindar jalan berlubang dan terjatuh. Motor korban terseret dengan kondisi rusak ringan. Bus Pahala Kencana bernopol B 7753 IZ dikemudikan Sarjono yang dari arah sama tak mampu menghindar dan melindas tubuh korban.
"Saya melihat kerumunan orang. Ternyata ada kecelakaan. Korban kepalanya hancur terlindas ban bus," kata satpam Hotel Grand Aquila, Saddly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondektur bus, Hadi Darmawan (32), tidak mengetahui persis kejadian tersebut. Ia menyadari setelah pengendara motor lainnya menggedor bus agar berhenti. Hadi pun bergegas turun. Dia terkejut melihat sosok pria terkapar di jalan dengan kondisi helm hancur.
"Tadi melaju pelan. Bus ditumpangi rombongan Pemda Bekasi berjumlah sekitar enam puluh orang. Tadi dari Jakarta ke luar Tol Pasteur lewat Jalan Pasteur. Rombongan mau kunjungan kerja ke kampus Unpas di Jalan Setiabudhi," ucap Hadi saat ditemui di kamar mayat RSHS Bandung.
Polisi belum memastikan identitas korban karena di dalam dompetnya tersimpan dua kartu tanda penduduk (KTP) berbeda nama dan alamat. KTP pertama tertulis Wijono, warga Dusun Sipaku Area, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahaan. KTP kedua tertulis nama Edi, warga Jalan Sukasari I No.3, RT 2 RW 5, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.
"Petugas masih mencari identitas pasti korban. Penumpang bus, tadi diantar dengan kawalan polisi menuju Unpas. Setelah itu sopir bus diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Sukajadi," ucap anggota Satlantas Polrestabes Bandung yang enggan disebut namanya saat ditemui di RSHS Bandung.
Jenazah pria menggunakan jaket panjang abu dan celana jeans panjang biru itu hingga pukul 11.00 WIB masih berada di kamar mayat RSHS Bandung.
(bbp/ern)










































