SiJariEmas Siap Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jabar

- detikNews
Selasa, 18 Des 2012 12:36 WIB
Bandung - USAID bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar meluncurkan Sistem Informasi dan Komunikasi Jejaring Rujukan Gawat Darurat Ibu dan Bayi Baru Lahir (SiJariEmas). Sistem teknologi memanfaatkan pesan singkat atau SMS itu siap menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jabar. Sayangnya ini baru ada di lima daerah di Jabar.

USAID melalui program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) memberikan bantuan hibah selama lima tahun guna melaksanakan pengembangan model penguatan sistem rujukan darurat kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

"Ini sebagai upaya penekanan AKI dan AKB di Indonesia. Program ini dilaksanakan di enam provinsi, salah satunya Jabar," jelas Provincial Team Leader Program EMAD Jabar, Djoko Soetikno, di Jalan Hegarmanah Wetan No.32 C, Kota Bandung, Selasa (18/12/2012).

Djoko menuturkan, SMS gateway SiJariEmas bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan bayi baru lahir, serta meningkatkan efektivitas dan efiseinsi sistim rujukan gawat daruray ibu dan bayi baru lahir. Menurut Djoko, SiJariEmas dikembangkan untuk tenaga kesehatan, khusunya bidan di fasilitas kesehatan, baik di desa, Puskesmas dan rumah sakit.

"Sistem ini dikembangkan untuk tujuan mempercepat proses komunikasi dalam rujukan kegawatdaruratan. Bidan dibolehkan dan diharuskan mengirim SMS terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan di Puskemas atau rumah sakit untuk memastikan kesiapan fasilitas di dalam penanganan pasien rujukan. Sehingga tidak ada keterlambatan penanganan pasien," papar Djoko.

Kadinkes Jabar Alma Lucyati mengatakan sistem SMS gateway ini fokus di 5 kabupaten yakni Bandung, Cirebon, Karawang, Indramayu, Bogor. "Jadi saya bisa memantau secara langsung melalui SMS. Sistem ini diharapkan mencegah angka kematian ibu dan bayi," jelas Alma.

Para bidan yang sudah registrasi, kata dia, bisa mengirim SMS ke nomor 081223331267 guna mengabarkan pasien rujukan. "Kalau bidan bingung, SMS saja ke nomor itu kalau mau merujuk. Nanti ada respon dari dokter. Sistem ini memutus waktu dan geografis. Untuk memperkuat sistem rujukan maka perlu intervensi peningkatan pelayanan klinik, penggunaan teknologi informasi, serta penguatan tata kelola," tuturnya.

(bbn/ern)