"Ini menyusut 4 juta kenapa. Itu orang lho," ujar Rieke usai pleno penetapan cagub-cawagub di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Senin (17/12/2012).
Ia mengaku heran dengan penyusutan tersebut. Sebab jumlah penduduk Jabar sangat banyak. "Jumlah penduduk Jabar bertambah, tapi kenapa pemilih berkurang dengan angka yang cukup signifikan menurut saya. Itu jadi pertanyaan kita semua," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rieke lalu mengajak semua pihak mengawal DPS sebelum ditetapkan jadi daftar pemilih tetap (DPT). Dalam kurun satu bulan, DPS akan ditetapkan jadi DPT.
"DPS itu jadi PR (pekerjaan rumah - red) bagi kita semua, seluruh partai dan seluruh masyarakat untuk sama-sama mengecek," jelas Rieke.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengecek ke kelurahan atau PPS setempat agar tahu namanya terdaftar sebagai pemilih pada pilgub. PDIP sendiri juga melakukan langkah untuk mengawal DPS yaitu dengan membentuk posko pengaduan di 26 kabupaten/kota se-Jabar.
"Bagi masyarakat yang tidak terdaftar silahkan mengadu ke posko pengaduan," imbaunya.
Pada pilgub nanti, ia berharap tak ada warga yang tidak tercatat sebagai pemilih. Sebab satu suara akan sangat berarti untuk kemajuan Jabar ke depan.
"Masalah DPS ini bukan persoalan main-main karena satu suara akan sangat menentukan," tandas Rieke.
(orb/ern)











































