Sidang Vonis Bansos Diwarnai Bentrok Dua Massa

Sidang Vonis Bansos Diwarnai Bentrok Dua Massa

- detikNews
Senin, 17 Des 2012 11:24 WIB
Bandung - Sidang putusan perkara korupsi dana bansos Pemkot Bandung diwarnai dengan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Senin (17/12/2012). Aksi yang dilakukan dua massa berbeda itu diwarnai bentrokan.

Aksi pertama dilakukan oleh sekitar 30 an massa dari LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum (GGMH). Mereka menuntut agar hakim yang tengah membacakan vonis dapat memberikan putusan seadil-adilnya dan berani memberi hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Mereka berdemo di depan MUI, seberang PN Bandung.

"Jika majelis hakim membebaskan atau mengurangi hukuman dari tuntutan jaksa maka kami akan meminta Komisi Yudisial serta Mahkamah Agung untuk memeriksa dugaan konspirasi para hakim," ujar koordinator aksi Torkis Parlaungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksinya, mereka juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang diantaranya bertuliskan 'Hakim Comel dan Tejo Pertanggungjawabkan Putusan Bansos', 'Mau atur putusan hakim tipikor? Setor aja pulus pasti diterima dengan ceria', 'KPK, Jaksa Segera Tangkap Bos Besar Bansos Gate Rp 66 Miliar atau serahkan ke KPK'.

Dalam aksinya ini mereka pun membagi-bagikan bunga mawar pada pengendara yang melintas di jalan tersebut.

Tak lama kemudian, ratusan massa dari berbagai LSM juga terlihat di area pengadilan. Mereka di antaranya berasal dari Jaringan komunikasi Amanat Rakyat (Jangkar), FKPPI, Mada PPM LVRI, Soksi dan Monitoring Community, AMS, dan AP PKL.

Menyaingi aksi dari GGMH, mereka pun menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung. Suara orasi dan lagu pun bersahut-sahutan. Tak jarang terdengar juga mereka menyoraki orasi dari LSM GGMH. Melihat dari ini, kemungkinan besar kepentingan mereka berbeda dengan LSM GGMH.

Arus lalu lintas di depan PN tidak ditutup sehingga kendaraan cukup tersendat. Puluhan polisi mengamankan area sekitar Pengadilan Tipikor Bandung.

Di tengah aksi, saat salah seorang massa LSM GGMH tengah orasi, massa dari Jangkar dan FKPPI mendatangi massa GGMH. Makin lama massa makin banyak. Kemudian terjadi kejar-kejaran antara massa FKPPI dan GGMH. Massa GGMH dikejar hingga taman Citarum. Polisi yang berjaga mencoba melerai.

Setelah sempat tenang, keributan kembali terjadi. Hal ini dipicu oleh teriakan seorang massa dari GGMH. "Kita sesama rakyat, jangan saling menyerang sesama rakyat. Biarkan saja kami berikan aspirasi kami," teriaknya.

Massa dari Jangkar pun kembali mendatangi massa GGMH dan hampir terjadi keributan lagi, namun polisi langsung melerai. Salah seorang massa dari GGMH pun diamankan. Akhirnya massa GGMH pun membubarkan diri. Bendera GGMH yang terpasang di kayu sudah terkoyak dan raib dari kayunya.

(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads