Polda Jabar: Laporkan Jika Ada yang Mengajak Anarki di Garut

Polda Jabar: Laporkan Jika Ada yang Mengajak Anarki di Garut

Baban Gandapurnama - detikNews
Kamis, 13 Des 2012 17:27 WIB
Polda Jabar: Laporkan Jika Ada yang Mengajak Anarki di Garut
Bandung - Polda Jabar enggan kecolongan terkait ancaman rusuh di Garut jika Aceng Fikri dilengserkan dari jabatannya sebagai Bupati Garut. Antisipasi pun dilakukan sejak dini. Masyarakat terutama warga Garut diminta berkoordinasi dengan polisi jika mengetahui ada pihak-pihak yang berniat mengacau.

"Jika ada mengajak anarki di Garut, tolong segera informasikan kepada polisi. Kami akan tindak sesuai aturan hukum berlaku," ucap Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (13/12/2012).

Martin mengimbau semua pihak tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi dengan kabar akan terjadi huru hara di Garut. Pencegahan sejak dini sudah dilakukan pihak Polres Garut agar tak terjadi gesekan atau gejolak antara massa pro dan kontra Aceng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meminimalisir ancaman gangguan kamtibmas, lanjut Martin, kepolisian terus mendekati para pemuka agama, tokoh masyarakat serta pemuda, dan semua pihak guna bersama-sama menciptakan situasi aman di Garut.

"Mengenai akan adanya rusuh, kami terus melakukan analisa dan perkembangan. Antisipasi tentu tetap kami lakukan," tutup Martin.

Bupati Garut Aceng Fikri mengingatkan kalangan DPRD Garut soal rencana pelengseran dirinya lewat Panitia Khusus (Pansus). Pengacara Aceng yakni Eggi Sudjana memperingatkan adanya bahaya kerusuhan dari pendukung orang nomor satu di Pemkab Garut tersebut yang tidak terima akan keputusan itu.

"Maka, pasti diduga akan terjadi kerusuhan," jelas Eggi saat dikonfirmasi, Rabu (12/12/2011).

Eks aktivis HMI ini mengaku, dirinya merapat ke Aceng guna mencegah kerusuhan di Garut. Sebagai orang Sunda, Eggi tak ingin di Garut terjadi aksi kekerasan. Eggi juga bukan mengancam, hanya memberi peringatan. "Aceng punya basis massa sendiri, jangan sampai terjadi kerusuhan di Garut," jelas Eggi.

(bbp/ern)


Berita Terkait