Rencana pembukaan cabang universitas itu tercetus pada pertemuan Heryawan dengan Duta Besar Saudi Arabia YM Saadatul Ustadz Mustafa Ibrahim Al Mubarak dan Rektor Universitas Islam Imam Muhammad Bin Su'ud, Sulaeman bin Abdullah Abdul Khalil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Bandung, Jumat (7/12/2012).
"Lembaganya sendiri sudah berdiri di Jakarta, di sana juga sudah ada beberapa fakultas. Kemudian banyak desakan dari berbagai pihak untuk membuka cabang selain di Jakarta. Saya minta Jabar juga harus diperhatikan, sangat wajar kalau di sini juga ada cabang kampus yang didirikan di Arab Saudi. Dia (rektor-red), langsung setuju," ungkap Heryawan kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bahasa Arabnya benar ia akan bisa belajar Islam yang sesungguhnya. Yang toleran, adil, wajah kemajuan tapi mengusung kedamaian dan toleransi. Bukan wajah teroris," tegas Aher.
Mengenai lokasi yang akan dibidik untuk menjadi tempat dibangunnya universitas tersebut, Heryawan masih akan mencari lokasi yang tepat. "Tempatnya kita cari dulu, kan harus mencari lahan. Mengenai pembiayaannya itu langsung dari mereka. Mereka inginnya di tempat yang dekat gunung," tutup Heryawan.
(avi/tya)










































