Hal itu diungkapkan Dede saat mengunjungi proyek pembangunan Stadion Sepakbola Gedebage di Kecamata Cimencrang, Kamis (6/12/2012).
Sebelumnya, Dede sempat mengusulkan nama Stadion Bandung Lautan Api. Namun usulan nama tersebut bersifat pribadi dan tidak merepresentasikan Pemprov Jabar sebagai menyumbang dana pembangunan stadion tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan nama Stadion Bandung Lautan Api tersebut menggambarkan semangat dan karakter yang tidak mudah menyerah. "Sebagaimana kita punya kecintaan pada Persib yang tidak boleh mudah menyerah," katanya.
Saat diminta komentarnya jika nama stadion diambil dari nama seseorang, Dede mengatakan hal itu terserah Pemkot Bandung. "Soal itu kita serahkan saja pada sayembara nanti. Kita tinjau bersama, karena ini adalah milik warga Jabar karena dana yang digunakan juga berasal dari uang pajak yang dikupulkan kita semua, jadi semua ikut support. Tidak boleh ada kepentingan individu atau hanya kota atau provinsi saja," tuturnya.
Namun ia berharap agar sebaiknya nama stadion memakai kata Bandung supaya menjadi memperkuat ikon. Sehingga menjadi semangat dan kebanggan bersama.
"Dalam penetapan nama, kalau bisa yang berikan semangat milik bersama. Misalnya besok-besok ada klub-klub luar negeri yang mau bertanding di sini, mereka akan menyebut akan main di Stadion Bandung. Tapi kalau yang disebut nama seseorang, nanti Bandung sebagai ikon sepakbola tidak terangkat. Kita berharap, nantinya orang-orang darimana-mana mengatakan main di Stadion Bandung. Jadi Bandung-nya harus kuat. Ini harus jadi bagian promosi Kota Bandung itu sendiri," jelas Dede.
Sementara saat disinggung logo, ia mengatakan hal itu tidak terlalu penting karena logo bisa saja berubah. "Kalau logo sih silakan. Dalam kurun waktu beberapa tahun bisa saja berubah. Seperti BUMN kan juga suka ganti logo. Tapi yang penting itu nama. Lagipula yang penting bukan logo, tapi menangnya," tutupnya.
(tya/ern)










































