Peluncuran logo tersebut dilakukan di atas Kereta Api Argo Parahyangan KA 24 yang melakukan perjalanan dari stasiun Gambir, Jakarta menuju stasiun Kota Bandung. Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno mengatakan sebelumnya pihaknya tidak mengetahui pemesanan kereta api yang dilakukan Heryawan itu akan digunakan untuk acara launching logo.
"Bisa dikatakan kami kecolongan. Itu kan pemesanan, kami melihat bahwa Pak Aher ini Gubernur, kami tidak tahu kalau akan ada acara seperti itu. Kalau tahu tentu kami tidak bisa memenuhinya," ujar Bambang saat dihubungi detikbandung, Sabtu (1/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat musim kampanye nanti, Bambang menegaskan pihaknya tidak akan memberi izin kepada calon manapun untuk menggunakan kereta api sebagai alat transportasi kampanye.
"Alapagi saat waktu kampanye nanti. Kami tidak akan memperbolehkan. Karena kita bisa membayangkan area publik digunakan kampanye, kalau nanti terjadi bentrokan antar kubu bisa kacau. Area publik itu sangat seksi untuk dipakai kampanye, tapi dampaknya juga cukup berbahaya," tegas Bambang.
Heryawan menyewa dua gerbong yang dirangkaikan, yakni kereta wisata Bali dan satu kelas eksekutif. Mereka berangkat dari Stasiun Gambir pukul 10.35 WIB dan tiba di Bandung pukul 13.45 WIB.
"Satu sisi kita menyambut baik pejabat memakai kereta. Artinya mereka memberikan contoh bahwa kereta api itu banyak keuntungannya, hemat energi dan bebas macet. Tapi kalau dipakai kampanye tidak boleh. Kita juga tidak akan pilih kasih, kalau dikasih satu nanti semua juga harus dikasih," tandas Bambang.
(avi/tya)










































