Aher Pilih Launching Logo Kampanye di Kereta Api Supaya Santai

Aher Pilih Launching Logo Kampanye di Kereta Api Supaya Santai

Tya Eka Yulianti - detikNews
Sabtu, 01 Des 2012 18:20 WIB
Aher Pilih Launching Logo Kampanye di Kereta Api Supaya Santai
Bandung - Calon gubernur (cagub) incumbent Ahmad Heryawan dan cawagub Deddy Mizwar meluncurkan logo kampanye mereka yaitu kancing merah dan benang putih. Pemilihan tempat launching di kereta api tersebut disebut Aher (sapaan Heryawan-red) supaya santai dan akrab.

Hal itu disampaikan Aher saat ditemui usai menghadiri acara Peringatan Hari AIDS di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (1/12/2012).

"Ya, tadi itu launching kancing merah dengan benang putih. Jadi kalau ada kemeja putih, tinggal ganti dengan kancing merah," ujar Heryawan pada wartawan saat ditanya tentang peluncuran logo kampanyenya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa kancing merah dan benang putih merupakan simbol dari bendera merah putih. "Merah berani, putih bersih. Jadi kita berani karena bersih. Selain itu, kancing ada 4 lubang yang artinya 4 pilar kebangsaan. Kita ini orang merah putih yang cinta negara, cinta NKRI. Hadir di Jabar untuk memajukan Jabar sebagai bagian dari NKRI," jelasnya.

Saat disinggung kenapa memilih meluncurkan logo di kereta api, Aher menyebut agar suasana santai. Sekaligus mempromosikan kereta api sebagai transportasi yang nyaman.

"Supaya santai, akrab dengan alam. Sekaligus mempromosikan kereta api sebagai transportasi yang nyaman dan anti macet juga merakyat. Kalau di kereta, waktu untuk komunikasi dengan wartawan juga lebih lama. Bisa bertanya bergiliran. Lebih akrab lah," tutur Aher.

Selain meluncurkan logo kampanye, Aher juga meluncurkan sebuah slogan dalam kampanye meraka. Adapun tagline pasangan calon incumbent itu adalah 'Aher-Deddy Mizwar Selalu Dekat dan Melayani'.

"Proses pemilihan kali ini adalah proses budaya. Pemimpin tidak lagi dipilih oleh wakil rakyat atau partai. Sekarang ini ada 5 pasang calon yang menawarkan diri sebagai pelayan rakyat. Jadi ini adalah proses rakyat yang mau memilih pelayannya. Arti slogan itu supaya kita terbiasa dengan habbit melayani," katanya.

(tya/avi)



Berita Terkait