Film merupakan sebuah media yang dapat memberi pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Penyampaian pesan dengan bahasa visual adalah sebuah bahasa universal yang bisa diterima siapapun.
Harapannya, bahasa universal itu tidak hanya meninggalkan kesan visual yang menggoda mata tapi justru memberi inspirasi buat yang menontonnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adjie, kegiatan FFIB 2012 dibuat untuk menampung jiwa-jiwa kreatif yang aktif dan peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
"Kegiatan ini diharapkan bisa bergulir setiap tahun untuk memupuk rasa kepedulian. Sekaligus membuka ruang dialog bagi penikmat seni dan masyarakat umum," tambahnya.
FFIB 2012 ini terbagi dalam empat kegiatan. Mulai dari workshop film di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung dan Komunitas Kali Bekasi, Jawa Barat. Workshop bertema 'Basic Movie for Beginner' ini digelar pada tanggal 23-25 November 2012 lalu.
Para peserta pada kegiatan ini mendapatkan pembelajaran dan pengenalan singkat mengenai proses pembuatan film. Mulai dari penulisan skrip, casting pemain, proses syuting, editing, sampai tahapan produksi. Dalam kegiatan ini Langit Inspirasi bekerjasama dengan IISP Jurnalistik UKM AUVI Pro Jakarta yang memberikan materinya untuk peserta.
Kegiatan berikutnya adalah diskusi 'Eksistensi Film Independent Dalam Pengaruh Life Style Masyarakat Non-Urban' di Gedung New Majestic, Jalan Braga, Bandung pada tanggal 4 Desember 2012.
Diskusi ini akan mengangkat kebangkitan film-film pendek dan independent yang berasal dari daerah-daerah bukan perkotaan. Selain itu akan dibahas juga menganai kompetisi kreatif antara karya-karya film independent yang berasal dari masyarakat urban dan bukan urban.
Malam harinya akan digelar pemutaran film terpilih dan Malam Anugerah FFIB 2012. Bertindak sebagai juri dalam kegiatan ini adalah Tobing Jr, Awal Uzahra dan Setiawan Sabana.
(avi/ern)











































