Kasus pertama adalah hadirnya A saat pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar daftar sebagai cagub-cawagub ke Kantor KPU Jabar pada Sabtu (10/11/2012).
Beberapa rilis juga dikirim A ke wartawan dari berbagai media. Namun rilis itu beberapa di antaranya tidak berhubungan dengan kegiatan Heryawan sebagai gubernur, contohnya rilis Heryawan-Deddy Mizwar daftar ke KPU Jabar.
Pada 10 November, A mengirim rilis berjudul 'Jendral Naga Bonar Turun Gunung. 24 November, A juga mengirim rilis berjudul 'Aher-Deddy Mizwar Jalani Pemeriksaan Tanpa Kendala'.
Contoh lain adalah rilis 10 November yang berisi Heryawan-Deddy Mizwar sarapan di salah satu rumah makan di Jalan RE Martadinata sebelum deklarasi pasangan dan daftar ke KPU Jabar.
Bahkan kemarin A kembali mengirimkan rilis berjudul 'Deddy Mizwar Kagum Potensi Sineas Belia di Daerah'. Rilis itu berisi tentang Deddy Mizwar yang menghadiri Jambore Film Pendek (JFP) 2012 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Dalam salah satu alinea bahkan tertulis Deddy Mizwar sebagai cawagub pendamping cagub Ahmad Heryawan.
Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat belum menyimpulkan sikap A apakah memihak salah satu pasangan cagub-cawagub atau tidak.
"Kita akan pelajari dulu temuan dari teman-teman wartawan, termasuk nanti kita cek berbagai rilis yang ada," kata Ihat saat ditemui di Kantor Panwaslu Jabar, Jalan Turangga, Selasa (27/11/2012).
Dalam waktu dekat, Panwaslu Jabar rencananya akan memanggil PNS berinisial A tersebut. "Tapi yang jelas PNS harusnya netral dalam menghadapi pilgub ini," tegas Ihat.
(orb/ern)











































