Tak hanya replika manusia purba, di sana juga dipajang fosil-fosil jutaan tahun, fosil gading, replika manusia purba, fosil penyu, molusca, fosil kerang, serta ruang audiovisual untuk menonton film dokumenter manusia purba, serta papan penjelas evolusi manusia.
"Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan Museum Sangiran dan koleksi-koleksinya. Sangiran adalah sebuah situs di Jawa Tengah yang terdapat banyak fosil manusia purba," ujar Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Harry widianto, kepada detikbandung saat ditemui di area pameran, di Mal PVJ, Jalan Sukajadi, Kamis (22/11/2012).
Menur Harry dalam pameran ini pengunjung bisa melihat fosil yang berusia 1,2 juta tahun hingga 300 ribu tahun yang lalu. Tak hanya melihat, tapi pengunjung akan banyak mendapat informasi tentang evolusi manusia, budaya dan lingkungannya.
"Di sini ada beberapa fosil yang asli, tapi ada juga yang replika, seperti tengkorak manusia purba. Kami tak membawa yang asli karena berisiko. Tapi penampakannya mirip 100 persen," ujar Harry kepada detikbandung.
Dipilihnya mal untuk gelaran road show museum manusia purba Sangiran ini agar orang dengan mudah dapat melihat koleksi peninggalan sejarah.
"Kenapa kita mengadakan pameran ini di mal karena melihat efisiensi. Di mal kita langsung dapat banyak orang untuk melihat-lihat koleksi kita," ujar Hari.
Pameran ini akan berlangsung hingga 25 November mendatang. Setelah dari Bandung, manusia purba ini juga akan 'jalan-jalan' ke Yogyakarta (Plaza Ambarukmo 29 November-2 Desember), Surabaya (Grand City Mall 6-9 Desember, dan terakhir di Denpasar, (Discovery Shopping Mall 16-16 Desember). Pameran ini berlangsung atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Budaya dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.
(avi/tya)











































