Beberapa yang punah di antaranya banteng lokal dari Leuweung Sancang Garut, hilangnya 64 jenis burung di kawasan Gunung Papandayan Garut, hilangnya 15 jenis ikan di Sungai Citarum.
Selain itu, lima jenis mamalia, tujuh jenis burung, dan delapan jenis amfibi reptil di Jabar dikategorikan terancam punah. Elang Jawa, owa, dan kukang juga masuk kategori terancam punah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskannya, punah dan terancam punahnya berbagai puspa dan satwa karena ulah manusia. "Banyak perusakan langsung dan pencemaran lingkungan, serta pemanfaatan SDA yang memicu atau mempercepat kerusakan ekosistem," tuturnya.
Bahkan dari 42 kawasan konservasi di Jabar, hanya sebagian yang masih cukup baik. "Tingkat pengelolaannya sebagian besar masih kurang, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan 42 kawasan konservasi tersebut hampir semuanya masih kurang," jelas Setiawan.
Itu salah satu alasan kenapa BPLHD Jabar akan memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Sebab kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan puspa dan satwa dianggap masih kurang.
HCPSN dilaksanakan 22-23 November 2012 di Kantor BPLHD Jabar. Berbagai kegiatan akan digelar di lokasi. Tak hanya di area halaman, enam lantai di kantor BPLHD akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang terkait dengan HCPSN.
(orb/bbp)










































