"Memang luarbiasa, incumbent muncul berkali-kali di TV. Ada juga yang sampai masuk infotainment. Itu jelas bentuk kampanye," ujar Andrias Darmayadi dari Global Political Societies dalam acara Seminar Pilgub Jabar 2013 "Harapan Rakyat Jabar" yang digelar di auditorium Kampus Unikom, Jalan Dipati Ukur, Selasa (20/11/2012).
Ia mengatakan, iklan tentang program pemprov Jabar tidak akan menjadi masalah jika memang telah ada perencanaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menanggapi hal yang dianggap tidak etis tersebut, Andrias mengatakan bahwa perlu adanya respon masyarakat yang besar sebagai evaluasi bagi calon incumbent yang melakukan hal seperti itu.
"Jelas kalau orang awam sudah bisa menilai, ada jangka waktu yang panjang untuk sosialisasikan program jabar. Kenapa enggak dari dulu. Kalau masyarakat bisa membaca bahwa ini adalah bagian kampanye, ya ini sudah pelanggaran etik. Butuh respon besar dari masyarakat seperti halnya saat pasangan Rieke-Teten meng-kloning baju Jokowi," tuturnya.
(tya/ern)











































