Diharapkan dengan dibukanya Lawangwangi Creative Space untuk public, di dalamnya bisa terjadi interaksi kolaborasi gagasan kreatif yang tercipta dengan subur.
Sebelumnya, Lawangangi dikenal sebagai Art & Science Estate. Dengan pengenalan brand baru sebagai Lawangwangi Creative Sace, tempat ini akan mengintegrasikan galer seni, ruang desain dan kafe-rstoran dengan fungi yang istimewa.
"Saya pikir saya selalu setia dengan ide awal. Tapi yang ingin saya coba saat ini adalah menrorong suatu ide baru yang didanai untuk jadi komersialisasi. Dimana seni, reka bentuk, rancang bangun dan budaya dapat digabungkan menjadi satu," ujar Director ArtSociates, Andonowati dalam jumpa pers yang digelar di Lawangwangi Creative Space, Jalan Dago Giri, Sabtu (3/11/2012).
Sebagai bagian dari ceremony grand launcing Lawangwangi Creative Space, malam ini akan diselenggarakan dua pameran besar yakni pameran tungga Eddy Susanti bertajuk 'Mata Hari Centhini' yang dikurasi oleh Taufik Rahzen. Serta pameran bersama "Desain/Art: Renegosiation Boundaries" yang dikurasi oleh Asmudjo Jono Irianto dan diteruskan dengaan pembukaan Lawangwangi Cafe-Bistro.
(avi/avi)











































