"Kami tidak mau gegabah. Maka dibentuk tim yang semuanya dokter RS Cicendo. Mereka terdiri dari dokter mata anak, dokter rekonstruksi, dokter syaraf, dan dokter anak," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RS Cicendo, Iwan Sofani, kepada wartawan di RS Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Jumat (2/11/2012).
Iwan menyebutkan, Rahel mengalami komplikasi TB mata. Penyakit TB itu menyerang multiorgan pada tubuh Rahel. Termasuk mengganggu mata gadis belia tersebut. Akibat lain penyakit TB itu menimbulkan tumor di dalam kepala Rahel. Analisis sementara, kata Iwan, gerakan tumor mendorong keluar hingga menyebabkan mata kiri Rahel menonjol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Iwan menuturkan, selama pengobatan di RS Cicendo ini, Rahel dihandel oleh Asuransi Kesehatan (Askes). Rahel sudah dua minggu lebih terbaring di ruang rawat inap RS Cicendo.
Dokter Sepsialis Mata Anak RS Cicendo, Primawita, mengatakan Rahel kini kondisnya stabil. Namun berat badannya 20 kilogram.
"Mata kiri pasien yang menonjol itu hanya bisa melihat cahaya. Kalau mata kanan masih baik, tapi mulai bengkak," kata Primawita.
(bbp/ern)










































