Belasan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung kembali menggelar aksi protes kekerasan terhadap wartawan. Aksi digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (1/11/2012).
Dalam aksinya, AJI Bandung mendesak TNI AU mengusut tuntas insiden kekerasan terhadap wartawan di Pekanbaru beberapa waktu lalu oleh Letkol Robert Simanjuntak.
"Letkol Robert Simanjuntak hanya dipindahtugaskan ke Jakarta. Menurut kami itu bukan sanksi. Harusnya dia diproses dengan tegas," kata Ketua AJI Bandung Zaky Yamani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AJI Bandung juga menyoroti tindak kekerasan yang dilakukan oknum polisi di Manokwari, Papua Barat, terhadap wartawan The Jakarta Globe Okto Pogau saat meliput penghalauan demo massa KNPB.
"Kami menuntut polisi yang menganiaya Okto segera diproses secara hukum," tegasnya.
Dalam aksinya, AJI Bandung menyatakan tiga tuntutan. Pertama, semua pelaku harus dihukum tanpa kecuali. Kedua, negara harus mendidik aparatnya dengan lebih baik agar mereka mematuhi aturan dan undang-undang yang berlaku. Ketiga, kepada semua aparat dan masyarakat agar menghentikan aksi kekerasan terhadap wartawan.
Berbagai poster pun dibawa dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan 'Lawan Imputintas, Adili Pembunuh Jurnalis'.
(orb/ern)










































