Sedikitnya 14 mahasiswa asal Lampung yang studi di Bandung menggelar doa bersama meminta pertikaian antarwarga di Lampung segera berakhir. Acara tersebut berlangsung di Asrama Mahasiswa Lampung, Jalan Hasanuddin No.14, Kota Bandung, Rabu (31/10/2012).
"Kami menginginkan situasi di Lampung segera kondusif, dan damai. Kami meminta juga kepada pihak terkait untuk secepatnya menyelesaikan masalah," jelas penasihat Asrama Mahasiswa Lampung, Arief Gustamara (26), kepada wartawan.
Warga Lampung yang berdiam di Bandung, kata Arief, tentu saja prihatin melihat perselisihan antarwarga berujung jatuhnya korban tewas. Konflik di Lampung pun menjadi sorotan publik Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, para mahasiswa Lampung di Bandung kebetulan bukan dari daerah yang dilanda konflik. Jadi, tidak ada mahasiswa yang mendadak pulang kampung lantaran.
Di Bandung Raya, sambung dia, jumlah warga Lampung sekitar 1.000 orang. Mereka berstatus mahasiswa, dan pekerja.
Pantauan detikbandung, doa bersama dilakukan selepas Magrib. Mereka terdiri dari pria dan wanita. Sambil berkumpul duduk di kursi ruang tengah, salah satu penghuni asrama memimpin doa. Intinya, doa disampaikan pria itu berharap konflik di tanah kelahirannya cepat terselesaikan, dan tidak berlarut-larut.
(bbp/ern)










































