Setidaknya hal itu diungkapkan oleh ibu dari Inggrid, Miranti Saputra saat dimintai keterangan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Rabu (31/10/2012).
Miranti menjelaskan bahwa Inggrid menikah dengan Husein pada tahun 2005. Selama menikah, Inggrid tinggal bersama suaminya di kawasan Batununggal. Selama menikah, Inggrid tak bercerita banyak soal hubungannya dan terkesan tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kemudian, pada 2011, Inggrid kembali ke rumah orang tuanya di kawasan Hegarmanah hingga putusan resmi bercerai keluar pada Maret 2012 lalu. Saat pisah rumah hingga akhirnya cerai, Miranti mengaku waswas melihat kondisi putrinya yang menerima berbagai ancaman.
"Pernah Inggrid dicegat di jalan oleh orang-orang suruhan Husein. Ada 8 orang. Mobilnya digebrak, dia diminta turun dan menyerahkan mobilnya. Itu diikuti sampai ke rumah," katanya.
Bahkan Miranti pun mengaku pernah melihat sendiri anak pertamanya itu dipukul di depan rumah oleh mantan menantunya. "Pas saya tanya kenapa, anak saya bilang udah enggak usah diperpanjang," tuturnya.
Disinggung seperti apa sosok mantan menantunya, Miranti menyebut bahwa Husein terkenal tempramental. "Saya lihat Inggrid dan karyawannya takut. Kalau saya sih tidak takut," aku Miranti.
Ia pun mengatakan bahwa Husein yang juga pemabuk dan memiliki pistol. Namun hal itu tidak membuatnya dan suaminya menyuruh Agustinus untuk menghabisinya. Ia mengakui bahwa sehari sebelum pembunuhan Husein, Agustinus sempat datang kerumahnya.
"Waktu itu suami saya bilang kalau Inggrid mulai diancam lagi. Solusinya bagaimana. Nanti diomongkan besok," katanya.
Namun sebelum pembicaraan lebih lanjut keeseokan harinya Husein diketahui dibunuh dengan ditembak di depan rumah Miranti yang kemudian diketahui pembunuhnya adalah Agustinus. "Tidak terpikir yang membunuhnya itu Agustinus karena kami memang tidak ada omongan atau rencana seperti itu," tutur Miranti.
(tya/ern)










































