Dalam longmarch, barisan laki-laki dan perempuan berada dalam barisan berbeda saat menuju Jalan Asia-Afrika. Massa laki-laki berada paling depan, sementara perempuan di belakang.
Aksi itu mendapat kawalan polisi. Meski mengundang perhatian pengendara, aksi mereka tidak membuat arus lalu lintas terganggu.
Dalam aksinya, massa membawa poster-poster berukuran kecil, di antaranya bertuliskan 'Kita Pemuda Berkorban Berkarya Tegakkan
Peradaban Islam', 'Pemuda Smart With Islam Taat Syariah', dan 'Perjuangan Islam Ideologis: Arus Utama Pergerakan Pemuda'.
Sementara setelah tiba di Jalan Asia-Afrika, massa berhenti di pinggir jalan seberang Masjid Raya Bandung. Di sana mereka menggelar orasi.
Humas HTI Kota Bandung Asep Kurniawan mengatakan pihaknya sengaja melakukan longmarch dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Kami melihat longmarch sebagai salah satu cara efektif untuk menyampaikan opini kepada masyarakat luas," ucapnya saat ditemui di sela aksi.
Dalam longmarch, HTI ingin menajak pemuda untuk menghindari berbagai hal negatif seperti seks bebas, narkoba, hingga tawuran. "Dan kita menawarkan Islam sebagai solusi dari semua permasalahan itu," jelas Asep.
(orb/ern)











































