Insiden perusakan di Masjid An Nasir oleh oknum anggota Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya membuat jamaah Ahmadiyah gagal menyembelih hewan kurban. Tak ada aktivitas bertepatan Idul Adha di masjid tersebut usai kejadian perusakan.
Pantauan detikbandung, Jumat (26/10/2012), di masjid yang selama ini dikenal sebagai tempat jamaah Ahmadiyah, tidak menggelar salat Idul Adha 2012. Hewan kurban berupa sapi, dan kambing, yang sempat terlihat sehari sebelumnya sudah meninggalkan area masjid. Padahal, Kamis (25/10/2012) malam, di area masjid terikat lima ekor sapi, dan dua ekor kambing.
"Setelah kejadian tadi malam, beberapa ekor hewan kurban langsung dipindahkan. Disembelihnya di lokasi lain," jelas salah satu pemuda jamah Ahmadiyah di halaman Masjid An Nasir, Jalan Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berjaga di lokasi ini hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan," ucap polisi itu.
Wakapolestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengatakan hewan kurban di masjid An Nasir sudah dibawa pemiliknya masing-masing. "Demi menjaga situasi keamanan, hewan kurban itu disembelih di tempat lain," ucap Dadang saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, siang tadi.
Massa FPI Bandung Raya kesal karena saat pulang usai sweeping minuman keras, melihat ada aktivitas jemaat Ahmadiyah di Masjid An Nasir, Kamis (25/10/2012) malam. Lalu terjadilah perusakan kaca jendela masjid. FPI meminta jemaat Ahmadiyah mematuhi Pergub Jabar Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelarangan Aktivitas Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jawa Barat pada Maret 2011.
(bbp/bbp)











































