Keduanya berkenalan saat mendekam di lapas khusus tahanan dan terpidana narkotik. SA menghirup udara bebas sejak akhir 2011 lalu. "Belum lama ini, saya ketemu W di kawasan Tegalega. Ternyata dia juga bebas. Lalu W meminta nomor ponsel saya," ucap pria tersebut kepada wartawan di Satnarkoba Polrestabes Bandung, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (18/10/2012).
SA mengaku beberapa waktu lalu ditelepon W. Obrolan keduanya berlangsung singkat. W menggunakan private number saat menghubungi SA. "Saya disuruh W mengambil bungkusan plastik di selokan dekat gerbang Tol Pasirkoja. W mengatakan kalau bungkusan itu berupa sabu. Ia pun menawarkan kalau mau mencoba sabu, mengambil dari satu bungkusan ukuran kecil lainnya," ucap mantan penjual ganja ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Lapas Banceuy rawan peredaran beragam jenis narkotik. Beberapa kali, polisi berhasil mengungkap kasus narkotik yang dikendalikan dari dalam dan luar penjara tersebut. Bahkan pelakunya melibatkan napi.
Anggota Satnarkoba Polrestabes Bandung menciduk SA di Jalan Terusan Suryani, belum lama ini. Penggagalan sabu siap edar itu terungkap setelah anggota terlebih dahulu menciduk perajin sablon berinisial IW (33) yang membawa sebuah bingkinsan berisi satu gram sabu. IW mengaku membeli dari SA.
"SA ini pengedar. Kalau IW pemakai sabu," jelas Kasatnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Agus Dwi Hermawan.
"Anggota kini memburu dua buron yakni W dan J," tambah Agus kepada wartawan di ruang kerjanya.
(bbp/ern)











































