"Ada beberapa orang saya kira yang juga cukup mulai diperbicarakan. Dan beberapa pihak menanyakan saya adalah Kang Teten Masduki, dan ada beberapa nama lain. Saya kira ini salah satu yang sedang dibicarakan," kata Rieke kepada wartawan di sela seminar yang bertemakan, Membedah FCTC, Membela Kretek, Membela Indonesia di Surabaya, Senin (15/10/2012).
Selain bertemu dengan Teten, politisi DPR RI dari Fraksi PDIP ini mendapatkan perintah dari pimpinan partai, untuk membangun komunikasi dengan calon lainnya, baik dari PDIP maupun di luar PDIP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, Rieke belum mendapatkan surat rekomendasi pencalonanannya maju menjadi Gubernur Jabar dari PDIP. Kemungkinan, Rieke akan 'berebut' dengan Komjen Pol Nanan Sukarna yang mendaftar melalui DPP PDIP. Menanggapi pendaftaran Nanan, pemeran Oneng dalam serial Bajaj Bajuri itu tidak mempermasalahkannya.
"Saya kira itu hak politik seseorang. Dan sebetulnya apakah keputusannya akan direkomendasikan atau tidak, balik lagi. Jangankan orang yang bukan kader, yang kader saja seperti saya, menunggu keputusan pimpinan partai, karena Jabar persoalan serius karena barometer nasional," terangnya.
Ia yakin, pimpinan partai mempertimbangkan berbagai aspek secara matang. Dan belajar dari Pilgub DKI Jakarta serta menyimak pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Kan sudah jelas, bukan persoalan sekedar menang kalah. Apakah ini punya modal finansial atau tidak. Ada persoalan saya kira ideologi partai harus diimplementasikan atau tidak," tuturnya.
Disinggung mengenai kemungkinan dia akan menjadi cawagub diduetkan dengan Nanan, Rieke yang mimpi politiknya ingin menjadi Jabar 1, enggan mengomentarinya dan menyerahkan sepenuhnya keputusan itu ke pimpinan PDIP.
"Kalau ditanya pribadi, saya berharap menjadi Jabar 1. Tapi kalau partai menungaskan bahwa atas pertimbangan-pertimbangan yang mendalam itu, saya hanya menjadi wagub ataukah pahitnya saya hanya menjadi tim sukses kemenangan calon yang direkomendasi partai, sebagai kader partai saya akan menjalankan tugas itu dan saya tidak keluar dari PDIP kalaupun saya tak direkomendasi," ujarnya.
Rieke menegaskan, dirinya masuk PDIP itu bukan hanya sekedar mendapat tiket rekomendasi pilkada. Ia mengingatkan ke semua orang, jika ada perbaikan kondisi partai menjadi sebuah partai bekerja politik buat rakyat, maka jangan juga jadikan partai ini angkot (angkutan kota).
"Orang naik angkot sampai tujuan ditinggalin. Atau kalau nggak sampai tujuan dia naik angkot lain. Nah kebiasaan seperti ini mulai harus dibicarakan supaya partai ini punya fungsi sekolah politik bagi kader-kadernya," jelasnya.
(roi/ern)










































