Edi dan dan Ahmad menemui para buruh sambil naik ke atas mobil komando. Keduanya bergantian menyampaikan pendapat melalui pengeras suara.
"Pemkot sepakat hal-hal memberatkan dan membebankan buruh, kami ikut tolak," jelas Edi di hadapan buruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut Edi berjanji segera menyampaikan surat mengenai semua tuntutan buruh kepada pemerintah pusat.
Senada diungkapkan Ahmad Nugrah. "Kami tidak akan lepas dan terus memperjuangkan hak buruh," singkat Ahmad.
Masa buruh tergabung Forum Silaturahmi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Bandung menuntut pemerintah pusat memerhatikan hak buruh.
Tuntutan mereka antara lain menolak pemberlakuan UU SJSN dan BPJS apabila buruh harus membayar iuran 2 persen untuk jaminan kesehatan, hapuskan sistem kerja kontrak serta alih daya, dan berikan buruh upah layak.
"Segera realisasikan janji Presiden SBY yakni upah harus mencukupi, pembangunan rumah pekerja, pembanunan rumah sakit bagi kaum buruh, dan beasiswa untuk anak buruh," jelas Koordinator Lapangan, M Sidarta.
Tuntas mendengar penjelasan dua pejabat publik tersebut, massa segera mengambil sepeda motor yang terpakir di tengah Jalan Wastukancan. Selanjutnya mereka meninggalkan lokasi demo. Arus lalu lintas kembali berlangsung normal.
(bbp/ern)










































