Selain sebagai penyanyi, Deddy mengaku punya perusahaan rekaman. Hal itu yang jadi dasar untuk menerapkannya di dunia pemerintahan.
"Sebetulnya sama saja mengatur satu perusahaan rekaman dengan mengatur satu pemerintahan," ujar Deddy saat ditemui di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Jumat (5/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan background sebagai seniman, nantinya ia konsen pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat jika terpilih sebagai wakil gubernur. Sementara urusan lainnya akan diserahkan pada Daday Hudaya yang merupakan pasangannya.
"Saya ingin memajukan Jabar," tegasnya. Disinggung soal motivasi lain maju dalam bursa Pilgub Jabar 2013, ia justru mengaitkannya dengan dunia musik.
"Jabar ini, khususnya Bandung kan barometer musik Indonesia. Di situ saya ingin tunjukkan bahwa banyak seni budaya kita yang memang tertinggal, tidak terurus. Dan dengan saya tampil di sini, saya ingin bangkitkan seni budaya," jelas mantan rekan duet Nike Ardila itu.
Sementara saat ditanya soal nama populer Deddy Dores yang ingin dipakainya pada pilgub tapi tak bisa dipakai, ia tidak mempermasalahkannya. "Enggak masalah," tandasnya.
Namun wartawan yang ada di lokasi tidak bisa bertanya lebih banyak pada Deddy. Sebab wartawan terus dihalang-halangi untuk wawancara oleh tim suksesnya.
Bahkan ketika diminta nomor kontak oleh wartawan, salah seorang tim sukses Daday-Deddy Dores terus nyerocos meminta wawancara dihentikan. Wawancara pun terhenti karena situasi yang sudah tidak kondusif. Padahal puluhan wartawan sudah menunggu kedatangan Daday-Deddy sejak pagi.
(orb/ern)










































