Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menilai Kota Bandung sebagai daerah yang adem ayem tanpa gesekan massal antarpelajar. Karena itulah Bandung jadi percontohan Kemendiknas sebagai kota besar yang selama ini para pelajarnya antitawuran.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Dedy Dharmawan saat menghadiri Deklarasi Pelajar Bandung Antitawuran di SMA Santo Aloysius, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (5/10/2012).
"Kemarin (Kamis) saya diundang Kemendiknas di Jakarta. Saya bertemu dengan Kabag Info dan Humas Kemendiknas. Kami membicarakan persoalan tawuran pelajar. Kemendiknas menilai Bandung adem ayem dari aksi tawuran. Bandung pun dijadikan percontohan buat kota lainnya," ungkap Dedy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kota Bandung, lanjut Dedy, sekolah tingkat SMA dan SMK baik negeri serta swasta berjumlah 271. Ia menjelaskan, sebenarnya banyak kota lain yang selama ini para pelajarnya tidak gemar tawuran. Namun karena Bandung sebagai salah satu kota besar dan berdekatan dengan ibukota negara, sepertinya cocok dipilih Kemendiknas buat percontohan.
Sekda Kota Bandung Edi Siswadi mengapresiasi penilaian Kemendiknas tersebut. Ia berharap Kota Bandung para pelajarnya tidak terkontaminasi dan terlibat aksi tawuran. "Memang 10 tahun terakhir ini Kota Bandung relatif aman dari kejadian tawuran," singkat Edi kepada wartawan di lokasi sama. (bbp/ern)










































