Abraham menyampaikannya saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Membentuk Karakter Mahasiswa Antikorupsi' di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Rabu (3/10/2012). Abraham pun menegaskan, rencananya proses perekrutan penyidik dari perguruan tinggi mulai berlangsung dua tahun mendatang.
"Silakan siapa yang ingin daftar atau gabung dari ITB," ucap Abraham.
Ia mengungkapkan, personel KPK saat ini jumlahnya mencapai 700 orang, sedangkan penyidik tidak lebih 200 orang. Tentu saja agar tidak kelimpungan, KPK butuh banyak tenaga untuk memberantas dan menangani perkara korupsi. Sebab, lanjut Abraham, setiap harinya sekitar 50 kasus korupsi masuk ke meja KPK.
Menurut pria asal Makasar ini, KPK sedang berusaha menggaet penyidik melalui cara internal. Hal ini dilakukan agar tidak ketergantungan merekrut penyidik dari polri dan kejaksaan.
Menjadi penyidik, sambung Abraham, tak melulu harus berlatar belakang ilmu hukum saja. Penyidik KPK bisa berasal dari berbagai disiplin ilmu.
"Penyidik KPK bisa dari teknik, teknologi informatika, ekonomi dan lainnya. Kalau nanti adik-adik dari ITB ini mau menjadi penyidik, KPK membuka pintu lebar-lebar," papar Abraham yang memakai kemeja batik merah lengan panjang. (bbp/ern)











































